Kediri — Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menyerahkan bantuan kursi roda kepada Marsiyah (105), calon jamaah haji (CJH) yang disebut sebagai tertua di Indonesia tahun ini.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman Mbah Marsiyah di Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Rabu (29/4).
“Hari ini saya mengunjungi Mbah Marsiyah, jamaah tertua dari Kabupaten Kediri. Yang dibutuhkan hanya kursi roda,” kata Dhito usai kunjungan.
Menurutnya, kondisi fisik Mbah Marsiyah tergolong baik meski telah berusia lebih dari satu abad. Ia juga menyebut kemampuan kognitif lansia tersebut masih terjaga.
Dengan kondisi itu, Pemkab Kediri optimistis Mbah Marsiyah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Selama di tanah suci, ia akan didampingi anak keduanya, Muidah (63).
Dhito menambahkan, jamaah lanjut usia menjadi perhatian khusus pemerintah daerah. Tahun ini, terdapat enam petugas pendamping haji daerah yang akan mendampingi lebih dari 1.000 CJH asal Kabupaten Kediri.
“Jamaah lansia menjadi fokus kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Dhito juga menitipkan doa kepada Mbah Marsiyah agar Kabupaten Kediri tetap guyub, rukun, dan kondusif.
Mbah Marsiyah mengaku telah lama bercita-cita menunaikan ibadah haji. Ia menabung dari hasil berjualan bubur selama puluhan tahun.
Meski usahanya sempat terdampak erupsi Gunung Kelud pada 2014, ia tetap menyisihkan penghasilan demi mewujudkan keinginannya.
“Kawit sadean niko pingin minggah haji (sejak jualan dulu sudah ingin naik haji),” ujarnya.
Tahun 2026, keinginan tersebut akhirnya terwujud. Mbah Marsiyah mengaku senang atas bantuan kursi roda yang diterimanya untuk menunjang mobilitas selama ibadah.
“Nggih remen (senang),” katanya.















