Sabtu, September 12, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

NU NTT Hadapi Tantangan Berat, Gus Salam Dorong Penguatan Pesantren dan Rekonsiliasi Nasional

redaksi by redaksi
12/06/2026
in Peristiwa
0

Kupang, kabarutama – Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam, menilai Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan yang lebih kompleks dibandingkan banyak daerah lain di Indonesia. Selain faktor geografis, NU di wilayah perbatasan juga berhadapan dengan tantangan ideologis dan sosial yang membutuhkan perhatian serius dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Baca Juga :

Gempa M6,5 Terasa di Daop 6 Yogyakarta, Dua KA Menuju Daop 7 Madiun Sempat Berhenti

Pemkab Kediri Hadirkan Wajah Baru Museum sebagai Pusat Layanan Budaya Terpadu

Hal itu disampaikan Gus Salam saat bersilaturahmi dengan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-NTT di Kupang, Minggu (7/6/2026).

Menurutnya, kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat perjuangan para pengurus NU di daerah menjadi tidak ringan. Bahkan, untuk menjangkau ibu kota provinsi, sebagian pengurus harus menempuh perjalanan lebih dari satu hari dengan keterbatasan transportasi.

“Kami hormat dan ta’dhim kepada seluruh pengurus cabang di NTT. Kami ingin mendengar langsung kondisi jam’iyyah NU di daerah serta harapan mereka terhadap masa depan organisasi,” ujar Gus Salam.

Dalam dialog tersebut, Gus Salam menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis sebagai benteng ketahanan ideologi sekaligus pusat pembentukan karakter dan kemandirian umat. Menurutnya, sejak dahulu pesantren telah menjadi tempat lahirnya para ulama, pemimpin masyarakat, pelaku usaha, hingga tokoh bangsa.

“Di dalam pesantren ditanamkan nilai-nilai kebangsaan, kecintaan kepada agama dan masyarakat, sekaligus semangat kemandirian yang melahirkan banyak penggerak kemaslahatan,” katanya.

Sementara itu, sejumlah pengurus PCNU dari berbagai kabupaten menyampaikan aspirasi agar PBNU memberikan perhatian lebih besar kepada NU di kawasan Indonesia Timur, khususnya NTT.

Ketua PCNU Kabupaten Alor, KH Latif Daka, berharap PBNU dapat memperkuat pendampingan organisasi sekaligus mendorong pengembangan pesantren di wilayah kepulauan tersebut.

“Kami berharap PBNU memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap NU di luar Jawa, khususnya NTT. Harapan kami, ke depan semakin banyak pondok pesantren yang tumbuh di daerah ini,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua PCNU Malaka, KH Zainal Muttaqin, menginginkan kepemimpinan PBNU yang mampu merangkul seluruh pengurus daerah serta memperkuat program pendidikan bagi warga NU.

Dalam forum tersebut, sejumlah pengurus cabang juga mengapresiasi pendekatan Gus Salam yang dinilai lebih menitikberatkan pada gagasan penguatan organisasi dan pengembangan pesantren daripada polemik internal.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Gus Salam menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat NTT yang majemuk. Ia mengajak seluruh kader dan warga NU untuk terus menjadi pelopor toleransi, pluralisme, dan persaudaraan kebangsaan.

“Untuk menjawab berbagai tantangan yang ada, dibutuhkan kebersamaan dan kesatuan. Rekonsiliasi menjadi kunci agar NU semakin kuat dalam melayani umat dan menjaga harmoni masyarakat,” pungkasnya.

Tags: Gus SalamNU NTTPenguatan PesantrenRekonsiliasi Nasional

Related Posts

Peristiwa

Gempa M6,5 Terasa di Daop 6 Yogyakarta, Dua KA Menuju Daop 7 Madiun Sempat Berhenti

12/09/2026
Peristiwa

Pemkab Kediri Hadirkan Wajah Baru Museum sebagai Pusat Layanan Budaya Terpadu

11/09/2026
Peristiwa

Presiden Prabowo Instruksikan KSAL Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak, 11 Kapal Dikerahkan

11/09/2026
Peristiwa

Akses Menuju Kawah Kelud Kembali Dibangun, Pemkab Kediri Tambah Jalan 243 Meter

10/09/2026
Peristiwa

Cikar Mbah Gleyor Dibersihkan, Jejak Vandalisme Perlahan Hilang

10/09/2026
Peristiwa

Imigrasi Kediri Layani 160 CJH Nganjuk, Graha Adiwinata Jadi Sentra Pelayanan Paspor

10/09/2026
Next Post

Modus Aplikasi Kencan Berujung Perampasan, Tiga Remaja di Blitar Ditangkap Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Banser dan Pagar Nusa Siap Amankan Munas-Konbes NU 2026, Ribuan Personel Gelar Apel di Ploso Kediri

20/06/2026

Ritual Manten Tebu Awali Musim Giling, PG RMI Blitar Targetkan Produksi 90 Ribu Ton Gula Kristal Putih

15/05/2024

Kapolda Jatim Rotasi 26 Pejabat Utama dan Kapolres, Tekankan Regenerasi Kepemimpinan serta Pelayanan Presisi

29/07/2026

GP Ansor Blitar Somasi Trans7 atas Tayangan yang Dinilai Hina Ulama Lirboyo

14/10/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO