Kediri, kabarutama – Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Republik Indonesia, Robben Rico, memberikan apresiasi kepada Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito atas keberhasilannya membangun sistem pendidikan bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 di Kabupaten Kediri.
Apresiasi tersebut disampaikan Robben saat menghadiri acara kelulusan angkatan pertama siswa SMA Dharma Wanita 1 Pare di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6). Menurutnya, Mas Dhito mampu menghadirkan solusi nyata atas persoalan pendidikan yang masih dihadapi Jawa Timur, khususnya tingginya angka anak tidak sekolah, putus sekolah, dan rentan putus sekolah.
“Mewakili pemerintah pusat, saya ingin menyampaikan terima kasih. Beliau ini sosok pemimpin muda yang luar biasa,” kata Robben.
Melalui kolaborasi dengan Putera Sampoerna Foundation, Pemerintah Kabupaten Kediri mengembangkan SMA Dharma Wanita 1 Pare menjadi sekolah berasrama gratis dengan kualitas pendidikan setara sekolah unggulan bagi siswa dari keluarga kurang mampu. Program tersebut mulai berjalan sejak tahun ajaran 2023 dan kini telah meluluskan angkatan pertamanya.
Hasilnya, sekolah tersebut mencatatkan prestasi membanggakan. Dari 56 siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebanyak 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Secara keseluruhan, dari 126 lulusan angkatan pertama, sebanyak 101 siswa berhasil melanjutkan pendidikan ke PTN maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Capaian itu menjadikan SMA Dharma Wanita 1 Pare sebagai sekolah dengan jumlah lulusan terbanyak yang diterima di perguruan tinggi di Kabupaten Kediri.
Robben menilai prestasi tersebut membuktikan bahwa siswa dari keluarga prasejahtera mampu bersaing bahkan melampaui capaian sekolah-sekolah favorit apabila mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.
“Ini nanti yang ingin kita tiru juga di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Selain mengembangkan boarding school, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah menghibahkan lahan seluas 7,6 hektare di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Kehadiran sekolah tersebut diharapkan semakin memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Sementara itu, Mas Dhito mengaku bangga atas capaian para siswa angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare. Menurutnya, keberhasilan para lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Ia menegaskan komitmennya untuk mempertahankan konsep sekolah berasrama tersebut sebagai sekolah khusus bagi anak-anak Desil 1 dan tidak berorientasi komersial.
“Sekolah ini tidak boleh menjadi sekolah komersil, hanya khusus anak-anak Desil 1,” tegas Mas Dhito.
Melalui pendidikan berkualitas dan akses yang setara, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap para lulusan sekolah boarding school tersebut mampu meraih kesuksesan sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan kesejahteraan keluarga mereka di masa mendatang.













