Madiun, Kabarutama – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menyalurkan bantuan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bina Lingkungan. Kali ini, bantuan senilai Rp123.126.000 diberikan kepada empat penerima manfaat di wilayah Madiun yang bergerak di bidang pendidikan, infrastruktur sosial, pelestarian budaya, dan pemberdayaan penyandang disabilitas.
Bantuan tersebut terdiri atas pembangunan asrama panti asuhan disabilitas di Desa Karangrejo, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun sebesar Rp49,2 juta; bantuan alat kesenian Reog Ponorogo di Kota Madiun senilai Rp25,7 juta; pengadaan dan pembaruan alat peraga pencak silat sebesar Rp13,2 juta; serta perbaikan TK Klagenserut di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun senilai Rp35,026 juta.
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan program TJSL merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjalankan tanggung jawab sosial sekaligus mendukung penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
“Program TJSL ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI Daop 7 Madiun dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Kami berkomitmen tidak hanya berfokus pada operasional dan pelayanan bisnis kereta api, tetapi juga memberikan manfaat nyata dan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Tohari.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan tidak hanya difokuskan pada peningkatan fasilitas pendidikan dan sarana umum, tetapi juga mendukung pelestarian kesenian tradisional sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.
Data KAI Daop 7 Madiun mencatat, selama Semester I Tahun 2026 total dana TJSL yang telah disalurkan mencapai Rp461.771.000. Dana tersebut dialokasikan untuk berbagai program yang menyasar sektor pendidikan, sosial, infrastruktur, lingkungan, serta pelestarian budaya di wilayah kerja Daop 7 Madiun.
Melalui program tersebut, KAI Daop 7 Madiun berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, penguatan fasilitas sosial, serta pelestarian budaya lokal secara berkelanjutan.















