Blitar – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan menetapkan susunan kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Blitar untuk masa bakti 2025–2030. Dalam struktur baru tersebut, Guntur Wahono ditunjuk sebagai Ketua DPC, menggantikan Rijanto yang telah menjabat selama dua periode.
Penetapan kepengurusan itu merupakan hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di Surabaya. Selain Guntur Wahono sebagai ketua, Supriadi dipercaya menempati posisi sekretaris, sementara Basori menjabat bendahara.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Supriadi, mengatakan susunan kepengurusan inti tersebut ditetapkan langsung oleh DPP PDI Perjuangan setelah melalui proses penjaringan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC).
“Nama-nama yang diusulkan PAC direkap di tingkat DPC, kemudian disampaikan ke DPP melalui DPD PDI Perjuangan Jawa Timur,” kata Supriadi, Ahad, 21 Desember 2025.
Menurut dia, penetapan kepengurusan DPC dilakukan secara serentak di seluruh Jawa Timur dalam dua gelombang. Dari total 38 kabupaten/kota, sebanyak 18 daerah ditetapkan pada gelombang pertama dan 20 daerah pada gelombang kedua, termasuk Kabupaten Blitar.
“Kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar yang baru ini memiliki masa bakti lima tahun, dari 2025 hingga 2030,” ujarnya.
Setelah kepengurusan DPC terbentuk, PDI Perjuangan Kabupaten Blitar akan segera melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Dalam waktu dekat, partai berlambang banteng moncong putih itu berencana menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk memilih kepengurusan PAC.
“Musancab akan kami laksanakan setelah ada petunjuk teknis dari DPD dan DPP,” kata Supriadi.
Ia berharap penyegaran kepengurusan tersebut dapat memperkuat soliditas partai serta mengantarkan PDI Perjuangan kembali meraih kemenangan dalam kontestasi politik di Kabupaten Blitar pada pemilu dan pilkada mendatang.















