Kediri — Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dalam proses rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat. Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kamis (30/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Mas Dhito meminta agar proses pendataan calon siswa dilakukan secara cermat dan disertai survei lapangan guna menghindari kesalahan.
“Saya minta jangan sampai ada kesalahan, hukumnya wajib untuk dilakukan survei lapangan pada saat mau menginput anak-anak yang masuk Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Sekolah Rakyat yang dibangun di atas lahan seluas 7,6 hektare itu akan mencakup jenjang pendidikan mulai dari SD hingga SMA. Nantinya, sekolah tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 1.080 siswa.
Mas Dhito menjelaskan, program ini diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya yang masuk dalam kategori desil 1 dan 2 di Kabupaten Kediri.
“Harapannya anak-anak dari kelompok paling membutuhkan bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak,” katanya.
Dari sisi pembangunan, progres proyek Sekolah Rakyat saat ini telah mencapai 49 persen, melampaui target awal sebesar 47 persen. Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan pembangunan dapat rampung pada 20 Juni 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito turut didampingi Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji serta jajaran pemerintah daerah.
Selain pembangunan gedung sekolah, pemerintah daerah juga menyiapkan infrastruktur pendukung, seperti akses jalan, drainase, jaringan air, hingga sambungan listrik untuk operasional sekolah.
Pemerintah Kabupaten Kediri, lanjut Mas Dhito, berkomitmen penuh mendukung keberhasilan program Sekolah Rakyat yang merupakan salah satu prioritas nasional di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
“Pada prinsipnya kami akan selalu mendukung Sekolah Rakyat ini,” tegasnya.















