Kamis, Oktober 29, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Pendidikan

Perjuangan Ibu Antar Anak Raih Predikat Wisudawan Terbaik, Lulus Akuntansi dengan IPK 3,96

redaksi by redaksi
29/10/2026
in Pendidikan
0

Kediri, Kabarutama — Di balik keberhasilan F. Irfando Jovan Kantur meraih predikat wisudawan terbaik Program Studi Akuntansi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,96, tersimpan kisah perjuangan seorang ibu yang tak pernah menyerah demi masa depan anak-anaknya.

Baca Juga :

Tiga Penerima KIP Kuliah Jadi Wisudawan Terbaik UNP Kediri, Ini Pesan Penting Kampus

Polisi Masuk Sekolah, Polres Blitar Imbau Siswa Bijak Bermedia Sosial dan Jauhi bullying

Bagi Irfando, pencapaian tersebut bukan sekadar prestasi akademik. Gelar sarjana yang diraihnya menjadi persembahan bagi sang ibu, Endang, yang selama ini menjadi sumber kekuatan dan motivasi dalam menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Irfando berhasil menyelesaikan studinya dalam waktu empat tahun. Ia mengaku bersyukur dapat menuntaskan pendidikan tinggi tepat waktu dengan hasil yang membanggakan. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga, dosen, pihak kampus, serta bantuan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Puji Tuhan, saya bersyukur bisa diwisuda pada kesempatan ini dan lulus tepat waktu. Semua ini berkat dukungan orang tua, Bapak dan Ibu dosen Program Studi Akuntansi, serta pihak kampus dan pemerintah melalui beasiswa KIP Kuliah,” ungkapnya.

Ia menegaskan, predikat wisudawan terbaik bukanlah akhir dari perjuangannya, melainkan awal untuk melangkah ke tahap kehidupan berikutnya. Ia ingin terus belajar, mengembangkan diri, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Namun, di balik pencapaian tersebut, ada sosok ibu yang memiliki peran besar dalam perjalanan hidupnya.

Endang, yang kini berusia 70 tahun, bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia berjuang membesarkan kedua anaknya sekaligus mengupayakan agar mereka mendapatkan pendidikan yang layak.

Endang telah berpisah dari ayah anak-anaknya sejak putra sulungnya berusia sekitar tiga tahun. Sejak saat itu, ia berusaha memenuhi kebutuhan keluarga dan mendukung pendidikan kedua anaknya dengan segala keterbatasan yang ada.

Perjalanan tersebut bukan perkara mudah. Kondisi ekonomi menjadi salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapinya dalam membesarkan anak-anak dan memperjuangkan pendidikan mereka.

Meski demikian, Endang tetap bertahan dan berusaha memberikan dukungan agar kedua anaknya memiliki masa depan yang lebih baik.

Bagi Endang, keberhasilan putranya menyelesaikan pendidikan tinggi dan meraih predikat wisudawan terbaik merupakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan panjang yang dilaluinya bersama anak-anak tidak sia-sia.

Harapannya sederhana. Ia ingin keberhasilan sang putra menjadi jalan untuk memperbaiki kondisi keluarga sekaligus membuka peluang kehidupan yang lebih baik bagi mereka.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, beasiswa KIP Kuliah menjadi salah satu dukungan penting yang membantu Irfando menyelesaikan pendidikan tinggi.

Bantuan tersebut menunjang perjalanan akademiknya hingga ia mampu menyelesaikan studi dalam empat tahun dengan IPK 3,96.

Bagi Irfando dan keluarganya, dukungan pendidikan bukan hanya membantu seorang anak meraih gelar sarjana, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengubah keadaan dan memperluas harapan akan masa depan yang lebih baik.

Irfando secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada ibunya yang telah berjuang membesarkannya. Ia juga mengapresiasi dukungan kampus dan pemerintah melalui program KIP Kuliah.

Baginya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjuangan bersama, bukan semata-mata keberhasilan pribadi.

Setelah diwisuda, Irfando berencana melanjutkan langkahnya ke dunia kerja. Ia mengungkapkan telah menerima tawaran pekerjaan di Surabaya dengan jadwal mulai bekerja pada 2 November 2026.

Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan berikutnya setelah empat tahun menempuh pendidikan tinggi.

Predikat wisudawan terbaik dan IPK 3,96 menjadi pencapaian yang membanggakan. Namun, bagi Irfando, keberhasilan itu memiliki makna lebih dalam daripada sekadar nilai akademik.

Ia ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai motivasi untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Ia juga berharap keberhasilannya dapat menjadi awal bagi kehidupan keluarga yang lebih baik.

Kisah Irfando dan ibunya memperlihatkan bahwa di balik sebuah prestasi, terdapat perjuangan yang kerap tidak terlihat. Ada seorang ibu yang bertahan di tengah keterbatasan, serta seorang anak yang menjadikan pengorbanan tersebut sebagai alasan untuk terus melangkah.

Pada akhirnya, gelar sarjana yang diraih Irfando bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi. Gelar tersebut juga menjadi persembahan bagi seorang ibu yang telah berjuang membesarkan anak-anaknya dan berharap pendidikan dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Kisah Irfando menjadi salah satu bagian dari prosesi wisuda ke-68 Universitas Nusantara PGRI Kediri yang berlangsung selama tiga hari, pada 27–29 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, kampus mewisuda sebanyak 1.867 mahasiswa dari program diploma, sarjana, dan magister.

Prosesi wisuda hari pertama digelar di Hall Insumo Palace, Selasa (27/10/2026). Ribuan lulusan dari berbagai program studi mengikuti rangkaian acara sebagai penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal perjalanan baru di dunia kerja dan masyarakat.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Nusantara PGRI Kediri Nomor 1349.01/UN PGRI-Kd/A/X/2026, Siti Nur Dianasyah tercatat sebagai peraih IPK tertinggi pada jenjang magister dengan nilai sempurna 4,00. Ia merupakan lulusan Program Magister Pendidikan Ekonomi.

Selain Siti, sejumlah lulusan juga meraih predikat wisudawan terbaik di program studi masing-masing.

Pada jenjang sarjana (S1), para lulusan tersebut antara lain Quwini Yogi Lestari dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dengan IPK 3,96; F. Irfando Jovan Kantur dari Program Studi Akuntansi dengan IPK 3,96; serta Bintang Khoirun Nadzifah dari Program Studi Pendidikan Biologi dengan IPK 3,96.

Sementara itu, Rahma Raihana Diani dari Program Studi Teknik Industri meraih IPK 3,93. Dina Wahyu Mushofah dari Program Studi Peternakan memperoleh IPK 3,91, sedangkan Glennaldo Yossy Dito Mukjizad dari Program Studi Teknik Mesin meraih IPK 3,89.

Pada jenjang magister (S2), selain Siti Nur Dianasyah yang memperoleh IPK 4,00, Fransiskus Nanang Yulianto dari Program Magister Keguruan Olahraga meraih IPK 3,94.

Prestasi para lulusan tersebut menjadi bagian dari capaian akademik UNP Kediri pada tahun akademik 2025–2026. Di antara berbagai pencapaian itu, kisah Irfando menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui angka dan gelar, tetapi juga melalui perjuangan, dukungan keluarga, serta harapan untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Tags: Predikat Wisudawan TerbaikUNP Kediri

Related Posts

Pendidikan

Tiga Penerima KIP Kuliah Jadi Wisudawan Terbaik UNP Kediri, Ini Pesan Penting Kampus

27/10/2026
Pendidikan

Polisi Masuk Sekolah, Polres Blitar Imbau Siswa Bijak Bermedia Sosial dan Jauhi bullying

28/09/2026
Pendidikan

1.941 Lulusan SMP Jadi Pertimbangan, Rencana SMA Negeri di Kanigoro Mulai Didorong

26/08/2026
Pendidikan

Pihak Sekolah di Wlingi Akhirnya Angkat Bicara soal Kasus Bullying, Serahkan Penanganan kepada Aparat

24/08/2026
Pendidikan

Bedah Buku “NU Abad Kedua” di STITMA Blitar, Dorong Gerakan NU dari Muktamar hingga Ranting

23/08/2026
Pendidikan

Buku Penguatan Literasi Segera Dibagikan, Siswa Kelas 4-6 SD di Kota Blitar Jadi Sasaran Utama

18/08/2026
Next Post

Sirene Bukan Tiket Bebas Aturan! Satlantas Polres Kediri Gembleng Sopir Ambulans soal Safety Driving

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Wali Kota Kediri Tinjau Program Bedah Rumah di Burengan, Ajak Kolaborasi Tingkatkan Kesejahteraan Warga

21/03/2025

Awali Periode 2026 – 2029, FPRB Kabupaten Kediri Perkuat Pondasi Organisasi

05/02/2026

Tasyakuran HUT ke-1222 Digelar Sederhana, Mas Dhito Ajak Warga Kediri Bangkit dan Guyub Rukun

04/04/2026

Karhutla Gunung Wilis Merembet ke Kediri, Jalur Pendakian Bukit Tembelang Ditutup

05/09/2026
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO