Kediri – Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri mencatat sejarah baru dengan menggelar Wisuda Program Sarjana ke-XLVI dan Magister ke-XXXVII di gedung milik sendiri, Uniska Center, Sabtu (30/5/2026). Sebanyak 461 wisudawan dan wisudawati resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan.
Pelaksanaan wisuda di Uniska Center menjadi momentum penting bagi kampus tersebut. Selain menandai kelulusan ratusan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi simbol kemandirian institusi dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang representatif bagi sivitas akademika dan masyarakat.
Para lulusan berasal dari berbagai program studi, yakni Teknik Komputer sebanyak 10 wisudawan, Teknik Elektro 6 wisudawan, Pendidikan Bahasa Inggris 16 wisudawan, Manajemen 128 wisudawan, Akuntansi 61 wisudawan, Ilmu Hukum 106 wisudawan, Agroteknologi 33 wisudawan, Agribisnis 11 wisudawan, Peternakan 33 wisudawan, Magister Ilmu Hukum 30 wisudawan, Magister Agribisnis 6 wisudawan, serta Magister Manajemen 21 wisudawan.
Dalam kesempatan tersebut, Uniska Kediri juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kediri. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Uniska Kediri, Prof. Dr. H. Bambang Yulianto, M.Pd., bersama Ketua PCNU Kota Kediri, KH. Abu Bakar Abdul Djalil.
Kerja sama tersebut mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Bambang Yulianto menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar. Menurutnya, para lulusan akan menghadapi tantangan yang semakin kompleks sehingga dituntut mampu beradaptasi, berkolaborasi, dan berinovasi di tengah perubahan zaman.
“Saudara harus tetap adaptif pada perubahan, membangun kolaborasi, komunikasi, dan inovasi yang harus dihadirkan untuk masyarakat. Dan yang terakhir, yang terpenting dan menjadi komitmen Uniska Kediri adalah karakter,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Bina Cendekia Muslim Pancasila, KH. Anwar Iskandar atau Gus War, mengajak para wisudawan untuk mensyukuri capaian yang telah diraih dan tidak melupakan jasa orang tua yang telah mendukung perjuangan pendidikan mereka.
Ia menekankan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi merupakan hasil dari doa, pengorbanan, dan dukungan banyak pihak. Karena itu, ilmu yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan agama.
Prosesi wisuda juga diwarnai berbagai capaian membanggakan. Lulusan Program Studi Ilmu Hukum, Nabilla Pujhayani, berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Selain itu, mahasiswa Fakultas Hukum, Naufal Ghani Bayhaqi, memperoleh kesempatan melanjutkan studi pada program LL.M. in Business Law International Program di Chulalongkorn University, Thailand.
Sebagai bentuk apresiasi, Uniska Kediri memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dari setiap program studi. Penghargaan juga diberikan kepada Silvia Devita Sari dari Program Studi Akuntansi yang meraih skor tertinggi Sistem Informasi Aktivitas Mahasiswa (SIANA), yakni 3.695.
Tak hanya prestasi akademik, wisuda kali ini juga menghadirkan kisah inspiratif dari pasangan suami istri Ardeta Nabil As Zaidan Musafirin dan Nurul Fitri Lailiyah yang berhasil menyelesaikan studi Magister Hukum secara bersamaan.
Orasi ilmiah pada wisuda tersebut disampaikan oleh Prof. Ainun Na’im. Dalam paparannya, ia mendorong para lulusan untuk menjadi generasi yang tidak hanya sukses secara pribadi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Menurutnya, keberhasilan pada era modern tidak hanya diukur dari pencapaian individu, melainkan juga dari kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Mengusung tema “Uniska Kediri Berdampak, Wujudkan SDGs untuk Masa Depan Bangsa”, wisuda tahun ini menjadi penegasan komitmen Uniska Kediri dalam melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.















