Jumat, Juli 10, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Pendidikan

UNP Kediri Bangun Jembatan Budaya, Ajak Mahasiswa Taiwan Mengenal Tenun Ikat

redaksi by redaksi
09/07/2026
in Pendidikan
0

Kediri, kabarutama – Suara ritmis ketukan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menyambut kedatangan rombongan mahasiswa di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (8/7/2026). Di kawasan Medali Mas yang telah lama dikenal sebagai sentra tenun ikat, terjalin sebuah kolaborasi lintas negara yang mempertemukan budaya, pendidikan, dan industri kreatif.

Baca Juga :

Ratusan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Blitar

Kediri Grow Mindset for Futurepreneur 2026 Diikuti 1.500 Mahasiswa Se-Karesidenan Kediri

Sejumlah mahasiswa dari National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech), Taiwan, didampingi sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, datang untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan Tenun Ikat khas Kediri yang telah menjadi warisan budaya daerah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Summer Camp sekaligus International Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi FEB UNP Kediri. Program ini bertujuan memperkenalkan potensi kearifan lokal Kediri kepada mahasiswa mancanegara sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Dekan FEB UNP Kediri, Amin Tohari, menjelaskan bahwa ketertarikan mahasiswa Yuntech berawal dari kunjungan sejumlah profesor Taiwan ke Kampung Tenun Bandar Kidul pada tahun sebelumnya.

“Tahun lalu beberapa profesor dari Taiwan sudah berkunjung ke sini. Mereka terkesan, kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada mahasiswa dan kolega mereka di kampus. Hasilnya, hari ini para mahasiswa Yuntech sangat antusias untuk melihat langsung,” ujar Amin.

Menurutnya, Kampung Tenun Bandar Kidul dipilih karena memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan industri batik yang telah berkembang luas, tenun ikat menawarkan proses produksi yang lebih kompleks, autentik, dan sarat nilai budaya.

“Harapan kami tidak hanya mengenalkan tenun ikat sebagai produk budaya, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ke Taiwan,” tambahnya.

Bagi para mahasiswa Yuntech, menyaksikan benang-benang yang ditenun secara manual hingga menjadi selembar kain bermotif indah menjadi pengalaman baru yang berkesan.

“I think it is so cool and interesting. We don’t know this industry before. It’s so fresh and new to me (“Ini sangat keren dan menarik. Kami tidak mengetahui industri ini sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru dan menyegarkan bagi kami),” ujar Chen Sheng Wun, mahasiswa Program Studi International Business semester empat Yuntech.

Menurut Chen, kemungkinan terdapat industri serupa di Taiwan. Namun, proses pengerjaan tradisional yang masih dipertahankan para perajin di Kediri memberikan kesan yang berbeda dan meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan.

Kunjungan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi Yusna Qurotta A’yuni, pemilik Tenun Ikat Medali Mas. Ia menilai kehadiran mahasiswa lokal maupun internasional menjadi momentum yang tepat untuk memperluas promosi sekaligus mengenalkan Tenun Ikat Kediri kepada masyarakat dunia.

“Menurut saya ini sangat baik untuk memperluas pasar dan mengenalkan Tenun Ikat Kediri ke ranah yang lebih luas, terutama mancanegara,” katanya.

Dalam sehari, Medali Mas mampu memproduksi sekitar 50 potong kain tenun. Yusna mengatakan, keunggulan produknya terletak pada inovasi motif dan warna yang terus dikembangkan tanpa meninggalkan identitas khas Tenun Bandar Kidul.

“Kami terus memperbarui corak motif dan warna mengikuti tren, tetapi tetap mempertahankan motif khas. Kualitas pewarnaan dan variasi produk kami juga lebih lengkap,” jelas alumnus UNP Kediri angkatan 2016 itu.

Saat ini, produk Tenun Ikat Medali Mas tidak hanya dipasarkan di Kediri dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau pasar internasional melalui kolaborasi dengan sejumlah desainer fesyen. Berbagai produknya kerap dibawa sebagai cendera mata ke luar negeri.

Harga kain tenun ikat dipasarkan mulai Rp235.000 hingga Rp800.000 per potong, bergantung pada jenis bahan dan tingkat kerumitan motif. Untuk pasar ekspor, produk sarung tenun ikat menjadi salah satu yang paling diminati, terutama oleh konsumen di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Bagi Yusna, kunjungan mahasiswa National Yunlin University of Science and Technology bersama civitas akademika UNP Kediri bukan sekadar membuka peluang bisnis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dari sebuah ruang produksi sederhana di Bandar Kidul, sehelai kain tradisional mampu melintasi batas negara, mempertemukan budaya, serta menumbuhkan apresiasi generasi muda dari berbagai belahan dunia.

Tags: Mahasiswa TaiwanTenun Ikat Bandar KidulTenun Ikat KediriUNP Kediri

Related Posts

Pendidikan

Ratusan Relawan Gelar Aksi Damai Dukung Keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis di Blitar

18/06/2026
Pendidikan

Kediri Grow Mindset for Futurepreneur 2026 Diikuti 1.500 Mahasiswa Se-Karesidenan Kediri

07/06/2026
Pendidikan

SPMB 2026 Kab Kediri Dideklarasikan Bebas Titipan, Pemkab Ajak Masyarakat Awasi Seleksi

03/06/2026
Pendidikan

Perdana Digelar di Gedung Sendiri, Uniska Kediri Kukuhkan 461 Wisudawan dan Perkuat Sinergi dengan PCNU

30/05/2026
Pendidikan

Aksi Mahasiswa UNU Blitar Memanas, Tuntut Kampus Pecat Terduga Pelaku Pelecehan 

20/05/2026
Pendidikan

Dongeng Wayang Karton Jadi Cara Polisi Tanamkan Nasionalisme dan Edukasi Gadget di TK Kediri

19/05/2026
Next Post

KONI Kabupaten Kediri Gelar Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Jatim 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Cara Memanfaatkan Sumber Daya Alam di Desa untuk Kesejahteraan Masyarakat

29/12/2024

Libur Tahun Baru Islam, Stasiun Kediri Layani Hampir 10 Ribu Penumpang

30/06/2025

Mas Dhito Serahkan LKPD 2025 ke BPK Jatim, Targetkan Opini WTP

01/04/2026

Relokasi Pasar Kandangan, Bupati Kediri Ajak Dialog Pedagang

10/07/2024
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO