Senin, Agustus 24, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Pendidikan

UNP Kediri Bangun Jembatan Budaya, Ajak Mahasiswa Taiwan Mengenal Tenun Ikat

redaksi by redaksi
09/07/2026
in Pendidikan
0

Kediri, kabarutama – Suara ritmis ketukan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) menyambut kedatangan rombongan mahasiswa di Kelurahan Bandar Kidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (8/7/2026). Di kawasan Medali Mas yang telah lama dikenal sebagai sentra tenun ikat, terjalin sebuah kolaborasi lintas negara yang mempertemukan budaya, pendidikan, dan industri kreatif.

Baca Juga :

Pihak Sekolah di Wlingi Akhirnya Angkat Bicara soal Kasus Bullying, Serahkan Penanganan kepada Aparat

Bedah Buku “NU Abad Kedua” di STITMA Blitar, Dorong Gerakan NU dari Muktamar hingga Ranting

Sejumlah mahasiswa dari National Yunlin University of Science and Technology (Yuntech), Taiwan, didampingi sivitas akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, datang untuk menyaksikan secara langsung proses pembuatan Tenun Ikat khas Kediri yang telah menjadi warisan budaya daerah.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari program Summer Camp sekaligus International Pengabdian Masyarakat yang diinisiasi FEB UNP Kediri. Program ini bertujuan memperkenalkan potensi kearifan lokal Kediri kepada mahasiswa mancanegara sekaligus membuka peluang kolaborasi di masa depan.

Dekan FEB UNP Kediri, Amin Tohari, menjelaskan bahwa ketertarikan mahasiswa Yuntech berawal dari kunjungan sejumlah profesor Taiwan ke Kampung Tenun Bandar Kidul pada tahun sebelumnya.

“Tahun lalu beberapa profesor dari Taiwan sudah berkunjung ke sini. Mereka terkesan, kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada mahasiswa dan kolega mereka di kampus. Hasilnya, hari ini para mahasiswa Yuntech sangat antusias untuk melihat langsung,” ujar Amin.

Menurutnya, Kampung Tenun Bandar Kidul dipilih karena memiliki keunikan tersendiri. Berbeda dengan industri batik yang telah berkembang luas, tenun ikat menawarkan proses produksi yang lebih kompleks, autentik, dan sarat nilai budaya.

“Harapan kami tidak hanya mengenalkan tenun ikat sebagai produk budaya, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas hingga ke Taiwan,” tambahnya.

Bagi para mahasiswa Yuntech, menyaksikan benang-benang yang ditenun secara manual hingga menjadi selembar kain bermotif indah menjadi pengalaman baru yang berkesan.

“I think it is so cool and interesting. We don’t know this industry before. It’s so fresh and new to me (“Ini sangat keren dan menarik. Kami tidak mengetahui industri ini sebelumnya. Ini adalah sesuatu yang benar-benar baru dan menyegarkan bagi kami),” ujar Chen Sheng Wun, mahasiswa Program Studi International Business semester empat Yuntech.

Menurut Chen, kemungkinan terdapat industri serupa di Taiwan. Namun, proses pengerjaan tradisional yang masih dipertahankan para perajin di Kediri memberikan kesan yang berbeda dan meninggalkan pengalaman yang sulit dilupakan.

Kunjungan tersebut juga menjadi kebanggaan bagi Yusna Qurotta A’yuni, pemilik Tenun Ikat Medali Mas. Ia menilai kehadiran mahasiswa lokal maupun internasional menjadi momentum yang tepat untuk memperluas promosi sekaligus mengenalkan Tenun Ikat Kediri kepada masyarakat dunia.

“Menurut saya ini sangat baik untuk memperluas pasar dan mengenalkan Tenun Ikat Kediri ke ranah yang lebih luas, terutama mancanegara,” katanya.

Dalam sehari, Medali Mas mampu memproduksi sekitar 50 potong kain tenun. Yusna mengatakan, keunggulan produknya terletak pada inovasi motif dan warna yang terus dikembangkan tanpa meninggalkan identitas khas Tenun Bandar Kidul.

“Kami terus memperbarui corak motif dan warna mengikuti tren, tetapi tetap mempertahankan motif khas. Kualitas pewarnaan dan variasi produk kami juga lebih lengkap,” jelas alumnus UNP Kediri angkatan 2016 itu.

Saat ini, produk Tenun Ikat Medali Mas tidak hanya dipasarkan di Kediri dan berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga telah menjangkau pasar internasional melalui kolaborasi dengan sejumlah desainer fesyen. Berbagai produknya kerap dibawa sebagai cendera mata ke luar negeri.

Harga kain tenun ikat dipasarkan mulai Rp235.000 hingga Rp800.000 per potong, bergantung pada jenis bahan dan tingkat kerumitan motif. Untuk pasar ekspor, produk sarung tenun ikat menjadi salah satu yang paling diminati, terutama oleh konsumen di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi.

Bagi Yusna, kunjungan mahasiswa National Yunlin University of Science and Technology bersama civitas akademika UNP Kediri bukan sekadar membuka peluang bisnis. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa dari sebuah ruang produksi sederhana di Bandar Kidul, sehelai kain tradisional mampu melintasi batas negara, mempertemukan budaya, serta menumbuhkan apresiasi generasi muda dari berbagai belahan dunia.

Tags: Mahasiswa TaiwanTenun Ikat Bandar KidulTenun Ikat KediriUNP Kediri

Related Posts

Pendidikan

Pihak Sekolah di Wlingi Akhirnya Angkat Bicara soal Kasus Bullying, Serahkan Penanganan kepada Aparat

24/08/2026
Pendidikan

Bedah Buku “NU Abad Kedua” di STITMA Blitar, Dorong Gerakan NU dari Muktamar hingga Ranting

23/08/2026
Pendidikan

Buku Penguatan Literasi Segera Dibagikan, Siswa Kelas 4-6 SD di Kota Blitar Jadi Sasaran Utama

18/08/2026
Pendidikan

Demi Cegah Bullying Antar Siswa, Sekolah Rakyat Kota Blitar Terapkan Sistem Wali Asuh

17/08/2026
Pendidikan

Wali Kota Blitar: Sekolah Rakyat Jadi Bekal Masa Depan Anak-anak

15/08/2026
Pendidikan

MPLS Sekolah Rakyat Blitar Dimulai 15 Agustus, Siswa Disiapkan Tinggal di Asrama

11/08/2026
Next Post

KONI Kabupaten Kediri Gelar Tes Parameter Atlet, Matangkan Persiapan Menuju Porprov Jatim 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Maknai Berkah di Bulan Ramadan, Kapolres Kediri Kota Berbagi Takjil Kepada Pengguna Jalan

10/03/2025

Tetangga Peternak Kritik Aksi Bagi 1 Juta Telur Gratis: Setiap Hari Hirup Bau Kandang, Dapat Telur Saat Lebaran

03/06/2026

Kapolres Kediri Kota Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Kesiapan Personel dan Sinergi Lintas Sektoral

24/12/2025

Polsek Rejotangan Tangkap Pelaku Pencurian Kartu ATM dan Uang Tunai

06/03/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO