Kediri, Kabarutama — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri menjajaki kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian di daerah tersebut.
Penjajakan kerja sama itu dibahas dalam pertemuan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dengan delegasi Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM di Kantor Pemkab Kediri, Selasa (11/8/2026).
Sejumlah potensi kerja sama menjadi pembahasan, antara lain penerapan teknologi pascapanen untuk menjaga kualitas komoditas serta pengembangan produk olahan berbahan baku hasil pertanian.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan penguatan sektor pertanian menjadi salah satu perhatian Pemkab Kediri. Hal itu mengingat sekitar 80 persen penduduk Kabupaten Kediri memiliki latar belakang pekerjaan sebagai petani.
Menurutnya, pengelolaan industri pascapanen masih menjadi tantangan. Meskipun sektor industri pengolahan hasil pertanian menunjukkan peningkatan dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), sebagian petani masih memilih menjual komoditas secara langsung ketika musim panen.
“Untuk menaikkan nilai tambah itu masih perlu kerja keras,” kata Hanindhito.
Kabupaten Kediri memiliki sejumlah komoditas unggulan, seperti padi, jagung, nanas, cabai, dan mangga podang. Namun, beberapa komoditas masih menghadapi persoalan, terutama ketika terjadi penurunan harga maupun produksi yang bersifat musiman.
Hanindhito menyebut cabai menjadi salah satu komoditas yang kerap menghadapi persoalan ketika harga anjlok. Sementara itu, produksi mangga podang yang bergantung pada siklus musim juga dinilai masih membutuhkan perhatian.
Pemkab Kediri juga tengah memetakan potensi unggulan daerah sebagai bagian dari persiapan menyambut rencana Bandara Dhoho melayani embarkasi haji pada 2027.
“Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan Departemen Teknologi Industri Pertanian UGM, Prof. Adi Djoko Guritno, mengatakan terdapat sejumlah skema yang dapat dikembangkan dalam kerja sama tersebut.
Di antaranya melalui pendampingan serta kegiatan pengabdian mahasiswa dan dosen yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan transfer teknologi kepada masyarakat.
Menurut Adi, teknologi pascapanen juga memungkinkan bahan baku pertanian memiliki masa simpan lebih panjang. Selain itu, terdapat teknologi yang dapat direkayasa untuk membantu komoditas tetap berproduksi di luar musim.
“Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” kata Adi.
Pertemuan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret antara Pemkab Kediri dan UGM. Kedua pihak selanjutnya berharap penjajakan itu dapat ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama.
















