Blitar – Fenomena alam hujan es melanda wilayah Kecamatan Garum dan Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, pada Sabtu sore, 3 Januari 2026. Peristiwa ini mengejutkan warga setempat karena terjadi bersamaan dengan hujan deras dan angin kencang.
Salah seorang warga Desa Sidodadi, Kecamatan Garum, Wachid, menceritakan detik-detik mencekam saat butiran es mulai menghantam atap rumahnya. Menurutnya, cuaca ekstrem tersebut datang secara tiba-tiba.
“Hujan deras disertai hujan es terjadi disertai angin,” ujar Wachid saat dikonfirmasi pada Sabtu malam.
Kondisi serupa juga dirasakan oleh warga di Kecamatan Wlingi. Soleh, salah satu penduduk setempat, mengaku awalnya hanya terjadi hujan air biasa. Namun, tak berselang lama, bunyi keras terdengar dari bagian atap seng rumah warga.
“Awalnya hanya air hujan yang turun, tiba-tiba butiran es juga turun,” ungkap Soleh.
Fenomena ini pun mendadak viral di media sosial. Banyak warga yang langsung mengabadikan momen langka tersebut melalui kamera ponsel mereka, memperlihatkan butiran kristal es sebesar kelereng yang berserakan di halaman rumah maupun jalan raya.
Secara meteorologi, hujan es atau hail biasanya terjadi akibat adanya awan kumulonimbus (Cb) yang sangat tebal. Puncak awan yang sangat tinggi mencapai titik beku menyebabkan tetesan air berubah menjadi kristal es yang kemudian jatuh ke bumi sebelum sempat mencair sepenuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat fenomena tersebut. Namun, warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi selama puncak musim penghujan.
















