BLITAR – Aksi unjuk rasa terkait Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar berlangsung di depan kantor pemerintahan Kota Blitar. Di tengah aksi tersebut, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin tetap menjalankan agenda turun ke lapangan untuk memastikan program pembangunan berbasis masyarakat berjalan sesuai target.
Usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Blitar, wali kota yang akrab disapa Mas Ibin itu langsung meninjau sejumlah program pembangunan di tingkat kelurahan. Salah satunya program Karya Mas di Kelurahan Tanggung dan Kelurahan Ngadirejo.
Terkait aksi demo tersebut, Mas Ibin mengaku melihat langsung keberadaan massa aksi. Namun, dia mengaku belum mengetahui secara detail materi yang disampaikan dalam unjuk rasa tersebut.
“Saya tadi paripurna, memang di depan saya lihat ada demo, tetapi persisnya saya kurang memahami karena sudah terjadwal untuk meninjau langsung program pembangunan di masyarakat. Soal unjuk rasa itu hak teman-teman, nanti kita lihat apa yang dipersoalkan,” ujar Wali Kota Blitar saat ditemui di lokasi peninjauan.
Mas Ibin menegaskan, penyampaian aspirasi melalui unjuk rasa merupakan hak setiap warga negara. Sementara itu, dia memilih tetap fokus memastikan roda pemerintahan dan program pembangunan berjalan maksimal.
Tidak hanya pembangunan fisik, Pemkot Blitar juga terus memantau berbagai program bantuan masyarakat. Di antaranya penyaluran beras dari Bapanas, Rastrada, hingga distribusi telur untuk ibu hamil sebagai salah satu upaya menekan angka stunting.
Dalam agenda tersebut, Mas Ibin mengecek langsung pelaksanaan program Karya Mas. Program yang merupakan transformasi dari program pemberdayaan masyarakat sebelumnya itu mengusung konsep dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan pendampingan Pemkot Blitar.
“Karya Mas ini direncanakan, dilaksanakan, hingga dilaporkan sendiri oleh masyarakat. Tahun ini mencakup sekitar 300 titik infrastruktur dan diperkirakan menyerap hingga 3.000 tenaga kerja lokal. Dampaknya langsung dirasakan warga,” jelasnya.
Mas Ibin bahkan turut memegang alat pertukangan bersama para pekerja saat meninjau salah satu lokasi pelaksanaan program tersebut.
Selain Karya Mas, Pemkot Blitar juga memfokuskan perhatian pada penanganan banjir serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Untuk program RTLH, Pemkot Blitar menargetkan perbaikan lebih dari 1.000 unit rumah warga kurang mampu tahun ini. Program tersebut dibiayai melalui kolaborasi APBD dan bantuan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
“Saat ini yang sudah mendapatkan persetujuan (approval) sekitar 300-an unit dan proses survei dari pusat masih terus berjalan. Kami dorong terus agar pencapaiannya bisa melampaui 1.000 unit tahun ini,” tegasnya.















