Minggu, September 6, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Klaim Partai Anak Nahdliyin, GP Ansor Kabupaten Blitar Desak Presiden Pecat Menteri Kader PAN

redaksi by redaksi
06/09/2026
in Peristiwa
0

BLITAR – Klaim Partai Amanat Nasional (PAN) sebagai “Partai Anak Nahdliyin” mendapat sorotan dari Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) Kabupaten Blitar. PC GP Ansor juga meminta Presiden mengambil tindakan tegas terhadap Menteri dari kader PAN yang dinilai membuat kebijakan atau pernyataan yang merugikan kader Nahdlatul Ulama (NU).

“Jangan terlalu mudah mengklaim diri sebagai Partai Anak Nahdliyin kalau pada akhirnya Nahdliyin hanya ditempatkan sebagai instrumen politik,” kata Imam Maliki Ketua PC GP Ansor Kabupaten Blitar.

Baca Juga :

Penerapan MBK 24 Jam Belum Sebulan, Aktivis Literasi Minta Kebijakan Tak Terburu-buru Dinilai

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bandara Dhoho Kediri, Dua Penerbangan Jakarta-Kediri Dibatalkan

Lanjut Imam Maliki, Nahdliyin bukan sekadar kelompok yang dapat dijadikan ceruk suara. Menurutnya, di dalam NU terdapat kader, sejarah panjang pengabdian, serta kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan.

“Nahdliyin bukan ceruk suara. Ada kader, ada pengabdian, ada sejarah, dan ada kepentingan masyarakat yang harus diperjuangkan,” ujarnya.

Ia meminta persoalan tersebut tidak diabaikan dan perlu mendapat perhatian serius agar tidak menimbulkan kesan adanya perlakuan yang merugikan kader NU maupun GP Ansor.

Menurutnya, apabila PAN benar-benar ingin membangun hubungan yang kuat dengan kalangan NU, kedekatan tersebut harus dibuktikan melalui tindakan konkret.

Selain klaim PAN sebagai Partai Anak Nahdliyin, Imam Maliki juga menyoroti adanya sejumlah kader yang selama ini merasa dirugikan atau diperlakukan tidak adil akibat persoalan yang berkaitan dengan sikap maupun kebijakan kader PAN di pemerintahan Prabowo – Gibran.

Imam Maliki menyinggung nasib sejumlah kader muda NU, khususnya kader Ansor yang selama ini mengabdi sebagai Pendamping Desa. Ia menyoroti kebijakan penempatan dan pemindahan pendamping yang disebut berdampak pada sejumlah kader di lapangan. Menurutnya, jika pemindahan dilakukan tanpa komunikasi dan pertimbangan yang memadai, hal itu dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan rasa ketidakadilan.

“Mereka adalah anak-anak muda NU yang bekerja di desa, mendampingi masyarakat, dan ikut menjalankan program pemerintah. Kalau ada kebijakan pemindahan secara sepihak, tentu kami harus bersuara,” katanya.

Sorotan itu mencuat karena Kementerian Desa dipimpin Yandri Susanto, kader PAN. Imam meminta PAN membuktikan klaim sebagai “Partai Anak Nahdliyin” melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan kader muda NU, bukan sekadar pendekatan politik. “Kalau PAN mengaku sebagai Partai Anak Nahdliyin, sekarang saatnya membuktikan.

“Jangan hanya mendekati Nahdliyin ketika membutuhkan dukungan politik, tetapi ketika kader menghadapi persoalan, justru tidak mendapatkan keberpihakan,” tegasnya.

GP Ansor Kabupaten Blitar meminta Presiden mengambil tindakan tegas terhadap Menteri dari kader PAN apabila terbukti mengeluarkan kebijakan atau melakukan tindakan yang merugikan masyarakat maupun kader yang selama ini telah mengabdikan diri.

“Kami meminta Presiden mengambil tindakan tegas jika ada kebijakan atau tindakan kader PAN yang terbukti merugikan masyarakat maupun kader yang selama ini telah mengabdi,” pungkasnya.

Tags: Ansorblitarpanpan anak nahdliyin

Related Posts

Peristiwa

Penerapan MBK 24 Jam Belum Sebulan, Aktivis Literasi Minta Kebijakan Tak Terburu-buru Dinilai

06/09/2026
Peristiwa

Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Bandara Dhoho Kediri, Dua Penerbangan Jakarta-Kediri Dibatalkan

06/09/2026
Peristiwa

Karhutla Gunung Wilis Merembet ke Kediri, Jalur Pendakian Bukit Tembelang Ditutup

05/09/2026
Peristiwa

Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Keberatan Portal Digital, Ini Respons Perumda Joyoboyo

05/09/2026
Peristiwa

BRI Kediri Tegaskan Zero Tolerance Fraud, Proses PHK Oknum Pekerja

05/09/2026
Peristiwa

DPRD Kediri Dukung Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027, Berharap Pangkas Waktu Perjalanan Jamaah

04/09/2026
Next Post

Penerapan MBK 24 Jam Belum Sebulan, Aktivis Literasi Minta Kebijakan Tak Terburu-buru Dinilai

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Dinsos Kabupaten Blitar Kucurkan BLT DBHCHT Rp 8,8 Miliar untuk Buruh Cengkeh, Tembakau, dan Pabrik Rokok

18/11/2025

Unggah Konten Fitnah Petugas Imigrasi Soekarno – Hatta, Dua WN Tiongkok Diamankan

24/01/2025

Kapolsek dan Dua Anggotanya Gugur Ditembak Saat Gerebek Sabung Ayam di Way Kanan

18/03/2025

Sinergi TNI-Polri dan BPBD Tangani Banjir dan Longsor di Kediri

17/05/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO