Kediri – Tiga peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Kediri pada Jumat (29/5/2026). Kebakaran tersebut meliputi rumah warga di Kecamatan Grogol, kandang sapi di Kecamatan Plemahan, serta lahan tebu di Kecamatan Tarokan. Tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai lebih dari Rp312 juta.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan seluruh kejadian berhasil ditangani oleh petugas pemadam kebakaran sesuai prosedur yang berlaku.
“Kami bersyukur seluruh kejadian dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan dampak yang lebih luas. Petugas di lapangan bergerak segera setelah menerima laporan dari masyarakat,” ujar Kaleb, Sabtu (30/5/2026).
Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 12.34 WIB di RT 01 RW 01 Dusun Sumberjo, Desa Sumberjo, Kecamatan Grogol. Kebakaran menghanguskan kasur dan tempat tidur di dalam rumah warga. Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api diduga berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang berada di atas kasur dalam kondisi masih menyala.
Tim Damkar Pos Grogol yang menerima laporan segera menuju lokasi dan berhasil memadamkan api. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan sekitar Rp7,5 juta, sementara aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp150 juta.
Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di kandang sapi milik warga bernama Wasis di Dusun Mojoroto, Desa Wonokerto, Kecamatan Plemahan. Api diduga berasal dari pembakaran sisa pakan ternak yang kemudian merambat ke seluruh bagian kandang.
Akibat kejadian tersebut, pemilik kandang mengalami luka bakar ringan saat berupaya memadamkan api secara mandiri. Selain itu, dua ekor sapi mengalami luka bakar dan lecet. Kerugian ditaksir mencapai Rp30 juta, meliputi bangunan kandang dan pupuk pertanian yang berada di sekitar lokasi.
Petugas Damkar Pos Pare menerjunkan dua unit armada untuk melakukan pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.
Kebakaran dengan dampak kerugian terbesar terjadi di lahan tebu di Dusun Pilangbangu, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan. Api membakar sekitar 5,5 hektare lahan tebu milik PG Mrican dan seorang petani bernama Hendrik.
Menurut informasi yang dihimpun petugas, kebakaran diduga dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di area lahan tebu. Kondisi daun tebu yang kering serta tiupan angin kencang menyebabkan api cepat menyebar.
“Musim kemarau dan banyaknya vegetasi kering meningkatkan potensi kebakaran. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi aman,” kata Kaleb.
Kebakaran lahan tebu tersebut menyebabkan kerugian sekitar Rp275 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset bernilai sekitar Rp100 juta yang berada di sekitar lokasi.
Kaleb menambahkan, peran aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian secara cepat sangat membantu petugas dalam meminimalkan dampak kebakaran.
“Dengan laporan yang cepat, petugas dapat segera melakukan penanganan sehingga risiko kerugian yang lebih besar dapat dicegah,” ujarnya.
Secara keseluruhan, tiga kejadian kebakaran dalam sehari itu mengakibatkan kerugian sekitar Rp312,5 juta. Sementara aset yang berhasil diselamatkan petugas diperkirakan mencapai Rp550 juta.
















