Madiun — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mencatat kinerja positif pada triwulan I 2026 dengan total 3.017.881 pelanggan, meningkat 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan data perusahaan, jumlah tersebut terdiri atas 1.517.883 pelanggan berangkat dan 1.499.998 pelanggan datang di berbagai stasiun wilayah Daop 7. Pada triwulan I 2025, total pelanggan tercatat sebanyak 2.694.034 orang.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan peningkatan ini setara dengan tambahan 323.847 pelanggan secara tahunan.
“Terjadi peningkatan volume pelanggan pada periode Triwulan I 2026 sebanyak 323.847 pelanggan atau naik 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025,” ujar Tohari dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).
Ia menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama dari sisi keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu perjalanan.
Seiring peningkatan jumlah penumpang, KAI Daop 7 Madiun terus melakukan berbagai inovasi layanan. Salah satunya melalui penerapan fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Madiun untuk mempercepat proses boarding tanpa dokumen fisik.
Selain itu, perusahaan juga menghadirkan fasilitas water station sebagai upaya mendukung program keberlanjutan dengan mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai.
Di sisi infrastruktur, KAI melakukan penataan stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan. Pembangunan peron tinggi dan overcapping telah dilakukan di Stasiun Blitar dan Kediri, sementara penataan Stasiun Madiun masih berlangsung.
Tohari menambahkan, berbagai inovasi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan prima sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal.
“Kami ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus meningkatkan minat penggunaan kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” katanya.
















