BLITAR – Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Huda Wonodadi, Kabupaten Blitar, menggelar Kelas Inspirasi untuk pertama kalinya sebagai upaya memperluas wawasan para santri di luar pendidikan keagamaan.
Program yang digelar pada Kamis (6/8/2026) malam itu diikuti lebih dari 200 santri. Kegiatan ini dirancang menjadi agenda rutin bulanan dengan menghadirkan tokoh dari berbagai latar belakang profesi untuk berbagi pengalaman dan motivasi.
Pengasuh Ponpes Darul Huda Gus Irvan Fauzi, mengatakan Kelas Inspirasi lahir dari gagasan untuk mempertemukan ilmu yang diperoleh di pesantren dengan pengalaman nyata dari para praktisi.
Menurut dia, santri membutuhkan bekal mental dan wawasan yang lebih luas agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman ketika kembali ke tengah masyarakat.
“Anak-anak santri perlu wawasan yang lebih luas. Tidak hanya ilmu agama, tetapi juga inspirasi dari dunia umum agar mereka memiliki mental yang kuat dan siap berjuang ketika terjun ke masyarakat,” ujar Gus Irvan.
Dr. Imam Fauzi Surahmat sebagai narasumber hadapan ratusan santri, ia membagikan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga menempuh pendidikan tinggi.
Imam menceritakan masa kecilnya yang harus berjalan kaki sekitar 14 kilometer pulang-pergi setiap hari untuk bersekolah. Ia juga mengisahkan kondisi ekonomi keluarganya yang pernah membuat orang tuanya belum mampu mengambil rapor karena keterbatasan biaya sekolah.
Perjalanan hidupnya berlanjut saat merantau ke Malang untuk melanjutkan pendidikan. Saat itu, ia menempuh perjalanan selama lebih dari dua hari dua malam dengan menumpang truk gandeng dari Purbalingga menuju Malang.
Menurut Imam, keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan menjadi proses pembentukan karakter.
“Saya tidak pernah minder dan tidak pernah menyalahkan keadaan, apalagi menyalahkan orang tua. Justru dari keterbatasan itu saya belajar berteman dengan siapa saja. Bermimpilah setinggi-tingginya dan carilah role model sebagai penuntun,” kata Imam.
Penyampaian materi mendapat respons positif dari para santri. Selain menyimak materi, peserta aktif mencatat berbagai pesan yang disampaikan narasumber.
Pada sesi diskusi, sedikitnya enam santri mengajukan pertanyaan seputar cara membangun kepercayaan diri, menghadapi keterbatasan ekonomi, hingga menjaga semangat belajar di tengah berbagai tantangan.
Melihat antusiasme peserta, pengurus Ponpes Darul Huda memastikan Kelas Inspirasi akan terus dilaksanakan setiap bulan dengan menghadirkan akademisi, pengusaha, birokrat, maupun praktisi dari berbagai bidang.
Melalui program tersebut, pesantren berharap para santri tidak hanya memiliki penguasaan ilmu agama, tetapi juga wawasan luas, daya juang tinggi, kemampuan beradaptasi, serta keberanian membangun cita-cita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.














