Nganjuk – Seorang pemuda bernama Muhamad Nabil Holili (20) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Dokter Soedono, Madiun. Korban diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok pria di wilayah Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.
Korban mengembuskan napas terakhir pada Selasa malam usai mengalami luka berat, terutama di bagian kepala, akibat dipukul menggunakan benda keras yang diduga berupa batu bata atau paving.
Kakak korban, Unik Zakiya, mengatakan kondisi adiknya sudah sangat parah sejak pertama kali dibawa ke rumah sakit.
“Adik saya itu sudah sakit parah, organ tubuhnya sudah rusak semua, tulang-tulangnya sudah remuk,” ujar Zakiya.
Ia menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu, korban bersama sembilan temannya hendak pulang usai berkunjung ke rumah seorang teman. Namun di tengah perjalanan, rombongan mereka dihadang oleh sekitar 15 orang tak dikenal.
Dalam kejadian itu, korban diduga menjadi sasaran utama pengeroyokan dan dipukul di bagian kepala hingga tak sadarkan diri. Korban sempat dilarikan ke RSUD Kertosono, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Madiun karena kondisinya semakin memburuk.
“Tingkat kesembuhannya sudah tidak ada. Hari Selasa habis magrib adik saya meninggal dunia,” ungkap Zakiya.
Pihak keluarga berharap aparat penegak hukum dapat menindak tegas para pelaku.
















