Madiun, Kabarutama – Janji manis bisa meloloskan seseorang menjadi pegawai PT Kereta Api Indonesia (Persero) ternyata masih menjadi modus penipuan yang mengincar para pencari kerja. Masyarakat diminta waspada! Oknum yang mengaku sebagai pejabat KAI diduga menipu korban dengan iming-iming pekerjaan, lengkap dengan dokumen hingga atribut perusahaan yang ternyata palsu.
Kasus tersebut terungkap setelah jajaran Satreskrim Polres Madiun membongkar praktik penipuan berkedok calo pekerjaan di lingkungan PT KAI. Pelaku yang mengaku sebagai pejabat teknisi KAI diduga memberikan dokumen palsu kepada korban sekaligus meminta sejumlah uang dengan dalih biaya pelatihan dan tes kesehatan.
Menanggapi kasus tersebut, PT KAI Daop 7 Madiun memastikan bahwa tersangka bukan pegawai maupun karyawan perusahaan. Bahkan, seluruh atribut yang digunakan pelaku, mulai dari seragam, kartu identitas (ID card), hingga pakaian dinas yang diduga dikenakannya, dipastikan palsu.
Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa tidak ada jalur khusus maupun praktik pembayaran untuk menjamin kelulusan dalam proses rekrutmen pegawai KAI.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI sama sekali tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, atau biaya penggantian akomodasi dan transportasi,” tegas Tohari.
Di tengah maraknya modus penipuan tersebut, proses Rekrutmen Eksternal PT KAI Tahun 2026 untuk tingkat SLTA, D3, dan D4/S1 terus berjalan sesuai tahapan seleksi.
Dari total 2.312 peserta yang mendaftar dan mengikuti tes kesehatan awal, sebanyak 581 peserta dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap kedua, yakni tes psikologi.
Pelaksanaan tes psikologi tersebut dipantau langsung oleh Vice President PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.
Dari ratusan peserta yang mengikuti tahapan tersebut, kini tersisa 141 orang yang dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap tes wawancara.
Ketatnya proses seleksi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa penerimaan pegawai KAI dilakukan melalui mekanisme resmi dan berdasarkan kompetensi peserta, bukan karena kedekatan, rekomendasi orang dalam, apalagi pembayaran kepada pihak tertentu.
Untuk menghindari menjadi korban penipuan, masyarakat diminta memperhatikan sejumlah ketentuan penting dalam proses rekrutmen PT KAI.
Pertama, seluruh informasi lowongan pekerjaan dan pendaftaran hanya dapat diakses secara mandiri melalui situs resmi karier.kai.id.
Kedua, KAI tidak menerima berkas lamaran fisik melalui pos maupun melalui instansi di luar ketentuan yang diumumkan pada situs resmi perusahaan.
Ketiga, masyarakat harus mewaspadai pihak yang mewajibkan peserta menggunakan jasa agen perjalanan atau travel tertentu untuk pemesanan tiket transportasi maupun akomodasi dengan dalih sebagai bagian dari proses seleksi.
Keempat, seluruh tahapan seleksi, mulai dari administrasi, tes kesehatan awal, psikologi, wawancara, tes kesehatan akhir hingga pendidikan dan pelatihan (diklat), disampaikan secara transparan melalui akun resmi masing-masing peserta.
KAI mengingatkan bahwa tidak ada jaminan kelulusan melalui bantuan calo atau pihak yang mengaku memiliki koneksi dengan pejabat perusahaan.
Masyarakat yang menemukan informasi mencurigakan atau mengetahui adanya indikasi penipuan rekrutmen diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat atau melakukan konfirmasi melalui saluran resmi PT KAI.















