Kediri – Sebanyak 1.100 pekerja dari Kediri diberangkatkan menuju Desa Nglundo, Kabupaten Nganjuk untuk menghadiri peresmian Monumen dan Rumah Singgah Marsinah yang dijadwalkan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Sabtu (16/5/2026).
Pemberangkatan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB di depan Kantor Pemerintah Kota Kediri, Jalan Basuki Rahmad. Sebanyak 21 unit bus disiapkan untuk mengangkut para pekerja dari berbagai elemen serikat buruh di Kota Kediri.
Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim turut hadir dan mengawal langsung kegiatan tersebut bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri.
Hadir pula dalam kegiatan itu Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Wakil Wali Kota Qowimudin Thoha, unsur TNI, Kejaksaan Negeri Kota Kediri, BPJS Ketenagakerjaan, serta perwakilan organisasi buruh SPSI dan Sarbumusi.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan pihaknya mendukung penuh kegiatan yang membawa pesan penghormatan terhadap perjuangan buruh dan penguatan solidaritas sosial.
“Kegiatan ini bukan sekadar pemberangkatan pekerja menuju lokasi peresmian Monumen Marsinah, tetapi juga momentum mengenang perjuangan para buruh dalam memperjuangkan hak dan keadilan sosial,” ujarnya.
Ia menegaskan Polres Kediri Kota bersama Forkopimda akan terus memberikan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Selain itu, Kapolres juga mengimbau seluruh peserta menjaga kondusivitas selama perjalanan maupun saat mengikuti kegiatan di Kabupaten Nganjuk.
“Kami berharap seluruh peserta mematuhi arahan petugas dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan sehingga kegiatan berjalan baik dan membawa manfaat positif bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa Marsinah merupakan simbol perjuangan buruh Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak pekerja dan keadilan sosial.
“Semoga seluruh peserta dapat mengambil hikmah dan pelajaran dari perjuangan Marsinah sebagai pahlawan buruh nasional,” kata Vinanda.
Pemberangkatan ribuan pekerja tersebut menjadi simbol solidaritas buruh sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai perjuangan Marsinah yang hingga kini masih dikenang dalam sejarah pergerakan buruh Indonesia.
















