Kediri — PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasi 7 Madiun terus menggencarkan sosialisasi keselamatan perjalanan kereta api dengan menyasar kalangan pelajar. Kali ini, kegiatan edukasi digelar di SMPN 1 Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (4/5).
Sebanyak 983 siswa dan 25 guru mengikuti kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB tersebut. Sosialisasi berjalan tertib dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.
Dalam kegiatan itu, tim KAI Daop 7 Madiun yang terdiri dari petugas keamanan dan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan jalur rel, khususnya di perlintasan sebidang. Peserta juga dikenalkan dengan tugas dan peran Polsuska dalam mengamankan operasional perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menekan angka kecelakaan serta gangguan perjalanan kereta api yang masih kerap terjadi.
“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami bahwa jalur kereta api bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang menjadi kunci utama keselamatan bersama,” ujarnya.
KAI juga menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan merupakan alat pengaman utama, melainkan hanya sebagai alat bantu. Oleh karena itu, masyarakat tetap diwajibkan untuk mematuhi rambu lalu lintas serta memastikan kondisi aman sebelum melintas.
Sementara itu, pihak sekolah turut mendukung kegiatan tersebut. Kepala sekolah mengimbau para siswa agar tidak bermain atau beraktivitas di sekitar jalur rel, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan potensi gangguan di jalur kereta api.
Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun akan terus melaksanakan sosialisasi secara berkelanjutan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi gangguan keselamatan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” tutupnya.















