Blitar – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terpantau di kawasan Gunung Butak, Kabupaten Blitar. Tim gabungan masih berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan untuk mencegah api meluas, Jumat (18/9/2026).
Titik api ditemukan di kawasan hutan lindung BKPH Ampelgading, tepatnya di sekitar Puncak Langit, Desa Tunggorono, Kecamatan Doko. Lokasi tersebut berada di sisi lereng selatan Puncak Pitrang.
Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution bersama BPBD, TNI, Perhutani dan unsur terkait turun langsung mengecek kondisi lapangan. Pemantauan difokuskan pada sejumlah lokasi yang terdeteksi sebagai hotspot dengan tingkat kepercayaan kategori medium.
Saat melakukan penyisiran di Petak 38 RPH Puncak Langit, petugas menemukan asap dan indikasi kobaran api. Pemadaman langsung dilakukan menggunakan peralatan yang tersedia.
Namun, medan hutan yang sulit dijangkau menjadi kendala bagi petugas. BPBD Kabupaten Blitar kemudian berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur untuk mendapatkan dukungan pemadaman melalui udara menggunakan helikopter water bombing PK-DAP/AS350B3e.
Sementara itu, kebakaran di kawasan Serah Kencong, Kecamatan Wlingi, telah berhasil dipadamkan. Petugas kini memusatkan penanganan pada titik api di kawasan Puncak Langit.
Untuk mempercepat penanganan, posko darurat Karhutla telah didirikan di kawasan Puncak Langit. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi, pemantauan dan pengendalian selama proses penanganan berlangsung.
Polres Blitar mengimbau warga dan pendaki tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membuat perapian di kawasan hutan.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan asap maupun titik api baru. Laporan dapat disampaikan kepada petugas terdekat atau melalui Call Center 110 Polri secara gratis.
















