Jumat, Agustus 28, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Bawa Laboratorium ke Blitar, IPB University Safari Perdana Mobil Klinik Tanaman

redaksi by redaksi
28/08/2026
in Peristiwa
0

BLITAR – IPB University membawa layanan laboratorium tanaman langsung ke tengah petani melalui program Mobil Klinik Tanaman. Safari perdana layanan tersebut digelar di Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Kamis (27/8/2026).

Program ini menjadi bagian dari kegiatan Dosen Pulang Kampung dan Safari Klinik Tanaman, sekaligus upaya memberikan pendampingan kepada petani dalam menghadapi ancaman serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), terutama di tengah potensi kemarau panjang 2026.

Baca Juga :

Hotel Haji Bakal Dibangun di Kediri, Pemkab Serahkan Sertifikat Lahan 5,9 Hektare

Tekan ATS, Pemkab Kediri Turunkan Anak Tidak Sekolah Hampir Separuh

Pakar hama tanaman pertanian IPB University, Hermanu Tri Widodo, mengingatkan adanya potensi ledakan populasi hama tanaman, khususnya padi, apabila kemarau panjang akibat fenomena El Nino Godzilla berlangsung hingga akhir tahun.

Menurut Hermanu, kemarau panjang dapat menyebabkan telur sejumlah jenis hama menumpuk di dalam tanah. Ketika hujan turun dan kelembapan meningkat, telur-telur tersebut berpotensi menetas secara bersamaan sehingga memicu lonjakan populasi hama.

“Jika sampai akhir tahun ini tidak ada hujan, maka akan terjadi ledakan hama pada awal musim hujan nanti,” ujar Hermanu saat ditemui dalam kegiatan tersebut.

Hermanu menyebut belalang dan sundep beluk atau serangga penggerek batang padi menjadi hama yang perlu diwaspadai pada awal musim hujan.

Belalang dapat merusak tanaman dengan memakan daun hingga bulir padi muda. Sementara sundep beluk menyerang batang tanaman padi dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Sebagian telur hama dapat bertahan di dalam tanah selama musim kemarau dan menunggu kondisi lingkungan yang sesuai untuk menetas.

Semakin panjang musim kemarau, semakin besar peluang telur hama menumpuk. Ketika hujan turun dan kelembapan tanah meningkat, telur-telur tersebut dapat menetas dalam waktu yang relatif bersamaan.

“Begitu ada hujan, telur yang jumlahnya sudah berlipat itu menetas. Maka terjadilah ledakan hama belalang dan sundep beluk,” ungkap dosen senior Fakultas Pertanian IPB University tersebut.

Namun, petani diminta tidak melakukan penyemprotan pestisida secara berlebihan untuk mengatasi serangan hama. Penggunaan pestisida kimia secara masif dapat membunuh bukan hanya hama sasaran, tetapi juga organisme atau musuh alami yang berperan mengendalikan populasi hama.

“Karena wereng muncul karena pestisida. Semakin disemprot pestisida, semakin besar terjadinya ledakan populasi wereng,” katanya.

Hermanu menjelaskan, musuh alami memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan populasi hama di lahan pertanian. Ketika musuh alami ikut mati akibat paparan pestisida, wereng cokelat dapat berkembang lebih cepat tanpa pengendalian biologis yang memadai.

“Karena racun pestisida mematikan musuh alami wereng. Yang bahaya itu nanti. Kalau tidak hati-hati menangani hama belalang dan sundep beluk, bisa terjadi ledakan wereng,” tambahnya.

Wereng cokelat menyerang tanaman padi dengan mengisap cairan tanaman. Jika serangan terjadi dalam skala berat, tanaman dapat mengalami kekeringan hingga mati. Serangan juga dapat menyebabkan bulir padi tidak terisi dan menghasilkan gabah yang gabuk.

Karena itu, petani dinilai perlu menyiapkan langkah antisipasi menghadapi kemungkinan perubahan pola musim tahun ini. Selain pengelolaan hama secara tepat petani melakukan diversifikasi tanaman pangan sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada padi.

Melalui Safari Klinik Tanaman, IPB University berupaya mendekatkan pengetahuan dan layanan diagnosis tanaman kepada petani. Kehadiran Mobil Klinik Tanaman memungkinkan persoalan tanaman di lapangan dapat diperiksa dan dikonsultasikan secara langsung.

Tags: blitardosen pulang kampunghamaipb

Related Posts

Peristiwa

Hotel Haji Bakal Dibangun di Kediri, Pemkab Serahkan Sertifikat Lahan 5,9 Hektare

27/08/2026
Peristiwa

Tekan ATS, Pemkab Kediri Turunkan Anak Tidak Sekolah Hampir Separuh

27/08/2026
Peristiwa

Pemasangan Rangka Atap Stadion GDJ Dikebut, Tiga Crane Dikerahkan Kejar Rampung November

27/08/2026
Peristiwa

Di tengah Hadapi Tekanan Harga, Paguyuban Peternakan Blitar Sumbang 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa NTT

26/08/2026
Peristiwa

Jelang Muktamar, Kiai Sepuh Serukan Pilih Pemimpin Terbaik dan Tolak Intervensi

27/08/2026
Peristiwa

Semarak HUT ke-81 RI, Kodim 0809/Kediri Gelar Khitan Bahagia dan Pengobatan Gratis

26/08/2026
Next Post

Imigrasi Blitar Perluas Desa Binaan untuk Cegah TPPO hingga Tingkat Desa

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Polrestabes Surabaya Tuntaskan Ratusan Kasus Curanmor, Mayoritas Pelaku Residivis

02/01/2026

Pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Blitar, Ketua Umum Ingatkan Soliditas dan Adaptasi Digital

14/12/2025

Guru Besar IPB Jamin Tersangka Kasus Hibah Sapi: Minta Audit Menyeluruh Demi Keadilan

11/04/2025

Truk Tangki Berisi 24 Ton Etanol Tabrak Mobil Patroli di Tol Jombang, Dua Petugas Luka Serius

13/07/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO