Kamis, Agustus 27, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Jelang Muktamar, Kiai Sepuh Serukan Pilih Pemimpin Terbaik dan Tolak Intervensi

redaksi by redaksi
27/08/2026
in Peristiwa
0

Kediri, Kabarutama — Sejumlah kiai sepuh berkumpul di aula tamu Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (26/8/2026) sore, menjelang pembukaan Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Baca Juga :

Tekan ATS, Pemkab Kediri Turunkan Anak Tidak Sekolah Hampir Separuh

Pemasangan Rangka Atap Stadion GDJ Dikebut, Tiga Crane Dikerahkan Kejar Rampung November

Dalam pertemuan tersebut, KH Ma’ruf Amin menyampaikan tausiyah kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan muktamar. Ia mengingatkan agar proses pemilihan kepemimpinan NU berjalan sesuai prinsip musyawarah, demokratis, dan mengedepankan akhlak.

Ma’ruf meminta para pemegang hak suara dalam muktamar menggunakan haknya secara bebas dan memilih calon yang dinilai paling baik.

“Harus memilih orang yang terbaik,” ujar Ma’ruf dalam keterangannya seusai pertemuan.

Ia juga mengingatkan agar tidak terjadi intimidasi maupun provokasi terhadap peserta muktamar. Menurutnya, memilih pemimpin yang dinilai tidak terbaik padahal mengetahui ada sosok yang lebih baik merupakan persoalan serius secara moral.

Ma’ruf juga menyinggung pentingnya menghindari tindakan yang dapat menjadi preseden buruk dalam organisasi. Ia mengingatkan bahwa perbuatan yang tidak baik apabila ditiru dan diteruskan dapat menimbulkan dampak yang lebih luas.

Selain kepada peserta, Ma’ruf menyampaikan pesan kepada panitia agar memastikan pelaksanaan muktamar berlangsung kondusif dan demokratis.

“Kepada para pelaksana, kepada para panitia supaya menjaga muktamar berjalan kondusif dan supaya berjalan secara demokratis,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ma’ruf juga menyinggung adanya dugaan upaya menekan peserta muktamar.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan untuk menuduh pemerintah melakukan intervensi. Namun, menurut dia, terdapat pihak yang diduga memanfaatkan isu mengenai restu atau dukungan pemerintah untuk memberikan tekanan psikologis kepada peserta.

“Kita tidak melihatnya mengatakan bahwa pemerintah melakukan itu, tapi ada yang menjual isu itu,” ujar Ma’ruf.

Karena itu, ia meminta agar tidak ada pemaksaan, mobilisasi, maupun tekanan terhadap peserta, baik secara psikologis maupun dalam bentuk lainnya.

Ma’ruf juga meminta pemerintah menjaga posisi netral dan tidak melakukan intervensi terhadap proses internal NU. Ia berharap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui mekanisme organisasi.

Menurut dia, tausiyah diberikan karena para kiai memiliki kepedulian terhadap NU, para ulama, peserta, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses muktamar.

Dalam tausiyah yang dibacakan, terdapat sejumlah poin utama.

Pertama, NU disebut sebagai organisasi keagamaan dan sosial yang menjunjung tinggi adab serta akhlak. Karena itu, seluruh pihak diminta menjaga marwah dan kehormatan NU serta menjauhkan muktamar dari tindakan yang bertentangan dengan akhlak ulama.

Kedua, muktamar ditegaskan sebagai forum musyawarah. Para peserta diminta menggunakan akal sehat, hati yang jernih, dan akhlak mulia dalam menentukan pilihan, termasuk memilih pemimpin yang terbaik serta menghindari pertikaian.

Ketiga, kehormatan ulama dan martabat proses penentuan kepemimpinan diminta dijaga. Seluruh pihak diingatkan agar tidak menggunakan transaksi, tekanan, rekayasa, atau cara-cara yang dinilai tidak terpuji.

Keempat, hak dan kebebasan peserta muktamar sebagai pemegang kedaulatan forum harus dihormati. Peserta diharapkan bebas menyampaikan pendapat dan menentukan pilihan tanpa tekanan, manipulasi, maupun rekayasa.

Kelima, pemerintah, kekuatan politik, dan seluruh pihak di luar NU diminta menghormati kemandirian serta kedaulatan muktamar. Mereka juga diminta menghindari tindakan yang dapat dipersepsikan sebagai tekanan, pengondisian, atau intervensi.

Keenam, para kiai menyatakan kepercayaan kepada Presiden agar pemerintah tetap menghormati kemandirian NU dan ulama. Jika terdapat pejabat yang melakukan tindakan yang dinilai sebagai intervensi, mereka berharap Presiden mengambil tindakan tegas.

Ketujuh, pihak-pihak yang disebut mengganggu proses muktamar diminta menghentikan tindakannya. Para kiai mengingatkan bahwa orang yang baik adalah orang yang menyadari kesalahan dan tidak meneruskan tindakan yang dinilai tidak terpuji.

Tausiyah tersebut ditujukan secara luas kepada semua pihak yang terlibat, baik peserta, panitia, ulama, maupun pihak lain yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan pelaksanaan muktamar.

Pertemuan para kiai sepuh tersebut berlangsung menjelang pembukaan Muktamar NU di Tambakberas, Jombang. Pesan utama yang disampaikan adalah agar proses muktamar berlangsung kondusif, demokratis, bebas dari tekanan, serta tetap menjaga kehormatan dan marwah ulama.

Tags: Jelang MuktamarKiai SepuhMuktamar ke-35 NUPonpes Lirboyo

Related Posts

Peristiwa

Tekan ATS, Pemkab Kediri Turunkan Anak Tidak Sekolah Hampir Separuh

27/08/2026
Peristiwa

Pemasangan Rangka Atap Stadion GDJ Dikebut, Tiga Crane Dikerahkan Kejar Rampung November

27/08/2026
Peristiwa

Di tengah Hadapi Tekanan Harga, Paguyuban Peternakan Blitar Sumbang 8,8 Ton Telur untuk Korban Gempa NTT

26/08/2026
Peristiwa

Semarak HUT ke-81 RI, Kodim 0809/Kediri Gelar Khitan Bahagia dan Pengobatan Gratis

26/08/2026
Peristiwa

Antusiasme Tinggi, Disbudpar Kota Blitar Tetap Evaluasi Pelaksanaan BEN Carnival 2026

25/08/2026
Peristiwa

35.336 Warga Kota Kediri Terima Bantuan Beras 30 Kg, BULOG Siap Ganti Jika Rusak

25/08/2026
Next Post

KAI Daop 7 Gandeng Railfans, Kampanye Anti Pelecehan Seksual di Tengah Semarak Kemerdekaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Polres Jember Bongkar Jaringan Narkoba Antar Pulau, 885 Gram Sabu dan 300 Ekstasi Disita

12/11/2025

DPRD Kabupaten Blitar Gelar Rapat Paripurna Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Perubahan APBD 2024

20/08/2024

Mbak Wali Beri Arahan Satgas PPA, Tekankan Pencegahan Kekerasan Perempuan dan Anak

16/05/2025

Kapolres Kediri Kota Jalin Silaturahmi ke Pondok Wali Barokah

22/07/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO