Blitar, Kabarutama – Pengamanan aksi penyampaian pendapat tidak selalu identik dengan barikade dan penjagaan ketat. Pemandangan berbeda terlihat dalam aksi yang melibatkan sekitar 200 petani dan mahasiswa di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar, Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Kanigoro, Senin (21/9/2026).
Sejumlah personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Blitar Polda Jawa Timur terlihat mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal massa yang menyampaikan aspirasi terkait reforma agraria.
Sejak massa tiba di lokasi, para Polwan menyambut peserta aksi dengan sapaan dan sikap ramah. Di tengah cuaca panas, mereka juga membagikan air minum kepada peserta aksi.
Tak berhenti di situ. Usai rangkaian penyampaian aspirasi selesai, sejumlah Polwan turut membaur bersama massa dan warga untuk memungut serta membersihkan sampah yang tersisa di lokasi kegiatan.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat yang hadir. Komunikasi antara petugas dan peserta aksi pun berlangsung dalam suasana yang kondusif hingga massa membubarkan diri dengan tertib.
Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution mengatakan, personel yang bertugas telah diarahkan untuk mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengamankan kegiatan penyampaian pendapat.
“Kami berkomitmen penuh untuk menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Pengamanan berbasis humanis ini kami lakukan demi menciptakan ruang yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak,” ujar Ardhy.
Menurutnya, pengamanan aksi tidak hanya berorientasi pada aspek keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat yang menyampaikan aspirasi.
Aksi yang diikuti petani dan mahasiswa tersebut akhirnya berlangsung hingga selesai tanpa gangguan berarti. Massa kemudian meninggalkan lokasi secara tertib.
Sikap para Polwan yang membagikan air hingga ikut membersihkan sampah menjadi salah satu gambaran pendekatan humanis dalam pengamanan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum.















