Senin, November 9, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Jalan Diblokade, Pedagang Pasar Bandar-Pahing Tuntut Dirut Perumda Dicopot

redaksi by redaksi
22/09/2026
in Peristiwa
0

Kediri, Kabarutama — Ratusan pedagang tradisional yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Kota Kediri menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Kediri dan Balai Kota Kediri, Senin (21/9/2026).

Baca Juga :

Dari Seruyan ke Trenggalek, Perjalanan Terakhir Sertu Heri Diiringi Penghormatan Militer di Bandara Dhoho

Terbongkar! Pabrik Oli Palsu di Mojokerto Digerebek, Polisi Sita Puluhan Drum dan Jerigen

Massa pedagang Pasar Bandar dan Pasar Pahing membawa poster serta sejumlah banner berisi tuntutan terhadap kebijakan pengelolaan pasar oleh Perumda Pasar Joyoboyo Kota Kediri.

Dalam aksinya, massa bahkan sempat memblokade jalan di depan Balai Kota Kediri. Mereka menuntut Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo dicopot dan meminta fungsi pasar tradisional dikembalikan.

Selain itu, massa juga menyerukan pembubaran Perumda Pasar Joyoboyo.

Aksi sebelumnya digelar di kantor DPRD Kota Kediri yang berada di Gedung Nasional Indonesia (GNI). Namun, para pedagang mengaku tidak ditemui anggota dewan. Massa kemudian bergerak menuju Balai Kota Kediri.

Di lokasi tersebut, pedagang ditemui Asisten Perekonomian Pemkot Kediri Eko Lukmono dan Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi. Dialog berlangsung di tengah aksi massa di jalan.

Salah satu persoalan yang menjadi sorotan pedagang adalah penarikan retribusi untuk masuk ke pasar.

Perwakilan pedagang, Yunus, menilai kebijakan tersebut membuat masyarakat semakin enggan masuk ke pasar tradisional.

“Secara nyata mematikan pasar, yaitu penarikan retribusi untuk masuk ke pasar. Dengan adanya penarikan tersebut sangat terlihat antusias masyarakat untuk masuk ke pasar jauh menurun,” ujar Yunus dalam aksi tersebut.

Pedagang juga mempersoalkan rencana pemasangan portal digital yang disertai penarikan retribusi.

Menurut Yunus, jika retribusi masuk pasar semakin diperketat, kondisi pasar tradisional dikhawatirkan semakin sepi.

“Kalau retribusi masuk saja sudah membuat pasar mati, apalagi semakin diperketat. Itu nanti bisa dibayangkan seperti apa pasar tradisional di Kota Kediri,” katanya.

Pedagang meminta sistem pengelolaan parkir dikembalikan seperti sebelumnya. Mereka menginginkan masyarakat yang memarkir kendaraan untuk berbelanja tetap membayar parkir, sedangkan orang yang hanya melintas tidak dikenai pungutan.

“Supaya pasar itu bergairah kembali, orang-orang masuk ke pasar dan tidak malas lagi,” ujar Yunus.

Pedagang juga meminta agar tagihan selama kios atau lapak tidak beroperasi tidak langsung dianggap sebagai utang.

Yunus mengatakan pedagang selama ini didatangi pihak pengelola dan diberi informasi mengenai tunggakan, tetapi menurutnya belum disertai transparansi yang memadai terkait dasar perhitungannya.

“Pedagang yang selama tutup jangan dianggap sebuah hutang. Hutang itu semakin membebani. Setiap pedagang didatangi pihak pengelola, kamu punya hutang jenis-jenis begini tanpa ada transparansi,” ujarnya.

Pedagang meminta hak penggunaan tempat berjualan yang sebelumnya mereka kenal sebagai Hak Guna Bangunan (HGB) dikembalikan. Mereka mempersoalkan perubahan status menjadi hak sewa yang menurut mereka telah diterapkan dalam dua tahun terakhir.

Yunus menilai sejumlah ketentuan dalam sistem sewa tersebut memberatkan pedagang.

“Dengan adanya hak sewa itu dengan pasal-pasal yang sangat memberatkan pedagang, seakan-akan pedagang itu tidak ada hak sama sekali atas kios tersebut,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pedagang sejak awal juga mengeluarkan biaya untuk mendapatkan tempat berjualan.

“Dulu kami masuk ke pasar itu juga tidak cuma-cuma. Kami juga bayar. Bahkan jumlahnya sangat banyak, dari puluhan sampai ratusan juta,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten 2 Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Kediri, Eko Lukmono yang didampingi Dirut Perumda Pasar Joyoboyo, mengatakan pemerintah telah mendengar aspirasi yang disampaikan para pedagang.

Menurut Eko, Pemkot Kediri juga telah berkomunikasi dengan KPM terkait kewenangan pengelolaan Perumda Pasar Joyoboyo.

Ia menjelaskan, direktur Perumda memiliki kewenangan yang telah diberikan melalui peraturan daerah maupun peraturan kepala daerah, termasuk terkait sejumlah kebijakan pengelolaan.

“Direktur itu mempunyai kewenangan penuh yang sudah diamanatkan baik di dalam peraturan daerah maupun di dalam peraturan kepala daerah,” kata Eko.

Namun, terkait penetapan tarif dan kebijakan lainnya, Eko menyebut perlu dilihat bagaimana proses analisis yang dilakukan pihak Perumda.

“Problemnya sekarang, apakah teman-teman Perumda itu dalam setiap menganalisa kaitannya dengan tarif dan sebagainya itu sudah melihat dengan baik,” ujarnya.

Hingga aksi berakhir, pedagang tetap meminta tuntutan mereka ditindaklanjuti. Mereka mengancam akan menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan tersebut tidak dipenuhi dalam waktu dekat.

Tags: Demo pedagangDirut Perumda DicopotJalan Diblokadekota kediriPedagang Pasar BandarPedagang Pasar Pahing

Related Posts

Peristiwa

Dari Seruyan ke Trenggalek, Perjalanan Terakhir Sertu Heri Diiringi Penghormatan Militer di Bandara Dhoho

07/11/2026
Peristiwa

Terbongkar! Pabrik Oli Palsu di Mojokerto Digerebek, Polisi Sita Puluhan Drum dan Jerigen

07/11/2026
Peristiwa

Dulu Syuting Modal HP, Kini Woko Channel Kediri Tembus Layar Lebar! Ini Cerita di Balik Film Piye To Ki?

07/11/2026
Peristiwa

Bandara Dhoho Kediri Ketiban Amanah Besar: 9.641 Calon Jemaah Haji Bakal Berangkat dari Sini

06/11/2026
Peristiwa

Dua Tahun Menunggu di Penampungan, Pedagang Pasar Ngadiluwih Kini Berebut Harapan di Lapak Baru

06/11/2026
Peristiwa

Ada yang Beda di Kampus UDINUS Kediri, Pemain Film PIYE TO KIH? Sapa Ratusan Pelajar

05/11/2026
Next Post

Bukan Sekadar Bazar, Ada yang Bikin Warga Kediri Ramai-Ramai Datang ke Acara HUT TNI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Bedah Buku “NU Abad Kedua” di STITMA Blitar, Dorong Gerakan NU dari Muktamar hingga Ranting

23/08/2026

Sejuk, Rindang, Sumber Jiput Kediri Jadi Jujugan Healing Murah Meriah

31/10/2026

Hari Pertama Masuk Kerja, Mbak Vinanda dan Gus Qowim Halal Bihalal Bersama Jajaran Pemkot Kediri

08/04/2025

PC PMII Blitar Audiensi dengan Ketua Komisi VI DPR RI, Tekankan Sinkronisasi Kebijakan Pusat dan Daerah

26/12/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO