BLITAR – Bulog Subdrive Tulungagung menyalurkan beras kepada sekitar 19.000 keluarga penerima bantuan pangan (PBP) di Kota Blitar, pada penyaluran tahap kedua. Setiap penerima memperoleh 30 kilogram beras untuk alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Kepala Bulog Subdivre Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan penyaluran di Kota Blitar mencakup sekitar 19.000 penerima. “Di Kota Blitar itu sudah disebut Pak Wali tadi 19.000-an PBP-nya, masing-masing mendapatkan 30 kilo untuk tiga alokasi itu,” kata Yonas.
Ia menjelaskan, beras yang disalurkan merupakan beras medium. Bantuan diberikan secara triwulanan sehingga penerima mendapatkan jatah tiga bulan sekaligus dalam satu kali penyaluran.
Yonas juga memastikan ketersediaan stok beras di Bulog masih mencukupi. Saat ini, stok yang dimiliki mencapai sekitar 80.000 ton dengan ketahanan stok diperkirakan hingga 20 bulan, dengan asumsi penyaluran bantuan pangan tetap berlangsung setiap bulan.
Sementara itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin mengatakan penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk kelompok desil 4 ke bawah.
“Ini kuotanya untuk Kota Blitar mendapatkan 19.000 ya, 19.000 sekian. Itu merupakan salah satu bantuan di mana menyisir desil 4 ke bawah,” ujarnya.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat berpenghasilan rendah. Ia mengingatkan agar beras bantuan digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga penerima dan tidak diperjualbelikan.
“Mohon maaf kalau bisa memang untuk konsumsi masyarakat yang dapat bantuan itu. Jadi jangan dijualbelikan,” katanya.
Walikota menilai bantuan pangan perlu berjalan beriringan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia mendorong keluarga penerima tetap memperhatikan pendidikan anak agar dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kesejahteraan pada masa mendatang.
















