Blitar – Warga Desa Tanjung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, digegerkan oleh penemuan jasad seorang perempuan yang mengapung di kolam koi milik warga pada Jumat (7/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Peristiwa itu bermula saat seorang warga bernama Basorimelihat sosok perempuan tak bergerak di permukaan kolam ketika sedang mencari pakan ternak. Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan kepada pemilik kolam, Akromul Huda, sebelum diteruskan ke perangkat desa dan Polsek Udanawu.
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi, identitas korban akhirnya terungkap. Perempuan itu diketahui bernama M (40), warga Desa Ringinrejo, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri. Identitas korban dikenali oleh Siswanto, warga Ringinrejo yang kebetulan melintas saat proses evakuasi dan ternyata merupakan ketua RT di wilayah tempat tinggal korban.Dari situlah petugas mendapat keterangan awal bahwa korban sebelumnya telah dilaporkan hilang.
“Setelah ada warga Kediri yang kebetulan lewat, melihat evakuasi korban, ternyata warga Kediri tersebut merupakan Ketua RT Desa Ringinrejo di mana korban adalah warganya.Atas hilangnya korban dari rumahnya, keluarganya melapor ke Polsek Ringinrejo, Kediri,.” ujar AKP Achmad Rochan.
Menurut keterangan yang disampaikan pihak kepolisian, keluarga korban sempat melapor ke Polsek Ringinrejo pada Kamis malam (6/8/2026) karena korban tidak kunjung kembali ke rumah. Setelah jasad dievakuasi, petugas membawa korban ke RSUD Srengat untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum guna mengetahui kondisi serta penyebab kematian.Hingga pemeriksaan dilakukan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dari informasi keluarga, korban disebut memiliki riwayat gangguan kesehatan mental yang muncul setelah pulang bekerja dari Malaysia. Selama ini korban juga menjalani pengobatan rutin di Puskesmas Ringinrejo. Namun dalam beberapa hari terakhir, korban dilaporkan tidak lagi mengonsumsi obat tersebut. Polisi kini masih mendalami keterangan keluarga dan para saksi untuk melengkapi penanganan atas kasus ini.
“Informasi dari keluarga, korban memiliki riwayat depresi sejak pulang bekerja dari Malaysia. Korban juga rutin mendapatkan obat dari puskesmas, tetapi beberapa hari terakhir tidak mau mengonsumsi obat,” imbuhnya.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian telah melakukan pendalaman untuk memastikan rangkaian kejadian tersebutsebelum korban diserahkan pada pihak keluarga.
“Setelah diketahui identitas korban dan pihak keluarga menyadari atas kejadian itu, pihak keluarga pasrah atas musibah tersebut. Setelah korban diserahkan polisi, langsung dibawa pulang pihak keluarganya,” tambahnya.














