Sabtu, September 5, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

PBNU Bangun Ekosistem Pencegahan Kekerasan di Pesantren

redaksi by redaksi
17/07/2026
in Peristiwa
0

Yogyakarta, kabarutama – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren melalui pembangunan ekosistem perlindungan santri yang melibatkan pengasuh, musyrif-musyrifah, santri, serta berbagai pihak pendukung di luar pesantren.

Baca Juga :

Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Keberatan Portal Digital, Ini Respons Perumda Joyoboyo

BRI Kediri Tegaskan Zero Tolerance Fraud, Proses PHK Oknum Pekerja

Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Training of Trainers (ToT) Pelatihan Musyrif-Musyrifah yang diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bersama Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan (SAKA) Pesantren PBNU di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Dalam sesi pembukaan pelatihan dijelaskan bahwa pencegahan kekerasan tidak dapat dilakukan hanya melalui satu kegiatan atau pelatihan. Diperlukan sebuah gerakan yang memiliki tujuan jelas, strategi terukur, serta melibatkan berbagai pihak agar perubahan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Ketua PBNU, Hj. Alissa Wahid, S.Psi., M.Sc., Psikolog, menegaskan bahwa sebuah gerakan harus mampu melampaui para penggeraknya. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan pesantren.

“Kalau kegiatan ini berhasil, kita akan bisa membangun sebuah gerakan. Tetapi kalau berhenti sebagai kegiatan, maka yang terjadi hanya transfer pengetahuan tanpa ada perubahan,” ujarnya.

Alissa menjelaskan, strategi yang dikembangkan PBNU tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas pengasuh pesantren, tetapi juga mencakup pembinaan musyrif dan musyrifah, pemberdayaan santri, serta penguatan jejaring pendukung yang melibatkan pemerintah daerah, media, dan masyarakat.

Pelatihan bagi musyrif dan musyrifah menjadi salah satu strategi implementasi untuk memperkuat sistem perlindungan santri. Para peserta ToT dipersiapkan menjadi fasilitator yang akan mereplikasi pelatihan di daerah masing-masing sehingga gerakan pencegahan kekerasan dapat menjangkau lebih banyak pesantren.

PBNU juga menilai perubahan pendekatan menjadi kebutuhan mendesak seiring meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pembentukan Tim Penanggulangan Kekerasan di Pesantren yang kemudian berkembang menjadi Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan (SAKA) Pesantren PBNU sebagai bagian dari penguatan sistem perlindungan santri.

Melalui pembangunan ekosistem ini, PBNU berharap upaya pencegahan kekerasan di pesantren tidak hanya bersifat responsif saat terjadi kasus, tetapi juga mampu membangun budaya pengasuhan yang aman, ramah anak, dan berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Tags: Ekosistem PencegahanpbnuPencegahan KekerasanPesantren

Related Posts

Peristiwa

Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Keberatan Portal Digital, Ini Respons Perumda Joyoboyo

05/09/2026
Peristiwa

BRI Kediri Tegaskan Zero Tolerance Fraud, Proses PHK Oknum Pekerja

05/09/2026
Peristiwa

DPRD Kediri Dukung Bandara Dhoho Jadi Embarkasi Haji 2027, Berharap Pangkas Waktu Perjalanan Jamaah

04/09/2026
Peristiwa

SYIAR 2026 Resmi Digelar, Bank Indonesia Dorong UMKM Halal Mataraman Go Digital

04/09/2026
Peristiwa

Kredit Fiktif Rp1,3 Miliar di BRI Pasar Paing Dibongkar, Mantri dan Dua Nasabah Jadi Tersangka

04/09/2026
Peristiwa

Bikin Merinding! Ular Koros 2,5 Meter Ditemukan di Pohon Rumah Warga Kandangan Kediri

03/09/2026
Next Post

Gerakan Pesantrenku Aman, Alissa Wahid Tekankan Penguatan Sistem Perlindungan Santri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Upaya BP Taskin Atasi Kemiskinan Melalui Optimalisasi Data

24/11/2024

Donasi Warga Kediri Tembus Ratusan Juta, Bantuan Mulai Diberangkatkan ke Sumatra

03/12/2025

Gelar Ziarah dan Tabur Bunga, Pemkab Kediri Ajak Warga Teladani Sikap Kepahlawanan

10/11/2024

Halaqah Keuangan Haji di Kediri Bahas Optimalisasi Dana Haji untuk Kemaslahatan Umat

16/05/2026
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO