Rabu, Oktober 21, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

RMI PBNU dan SAKA PBNU Gelar ToT Musyrif-Musyrifah Dukung Gerakan Nasional Pesantrenku Aman

redaksi by redaksi
16/07/2026
in Peristiwa
0

Yogyakarta, kabarutama — Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI PBNU) bersama Satuan Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA) PBNU menggelar Training of Trainers (ToT) Pelatihan Musyrif-Musyrifah di Hotel Cavinton, Yogyakarta, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini diikuti 32 peserta yang terdiri atas pengasuh, musyrif-musyrifah, dan pendamping pesantren dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten.

Baca Juga :

DPR RI Komisi VIII Soroti Peralatan BPBD Kediri yang Menua, Gus An’im Dorong Pelatihan Santri

Bukan Cuma Berdakwah! Santri di Kediri Dibekali Ilmu Hadapi Ancaman Bencana

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya PBNU memperkuat kapasitas sumber daya manusia pesantren dalam mendukung Gerakan Nasional Pesantrenku Aman. Melalui skema training of trainers, para peserta dipersiapkan menjadi fasilitator yang akan mendampingi sekaligus mereplikasi pelatihan bagi musyrif, musyrifah, pengasuh, dan tenaga pendidik di pesantren masing-masing.

Membuka kegiatan, KH Marzuki Wahid menegaskan bahwa penguatan kapasitas musyrif dan musyrifah menjadi langkah strategis dalam membangun sistem perlindungan santri di lingkungan pesantren. Menurutnya, upaya mewujudkan pesantren yang aman harus dimulai dari penguatan kapasitas para pendamping santri yang berinteraksi langsung dengan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“PBNU ingin memperluas pelatihan bagi musyrif, musyrifah, pengasuh, dan tenaga pendidik pesantren. Karena itu, ToT ini diselenggarakan untuk menyiapkan para fasilitator yang nantinya mampu melatih kembali di pesantren masing-masing sehingga praktik pengasuhan yang aman dan berperspektif perlindungan anak dapat diterapkan secara lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, musyrif dan musyrifah memiliki posisi strategis sebagai pendamping utama santri di lingkungan asrama. Karena itu, mereka perlu dibekali pemahaman mengenai pengasuhan positif, perlindungan anak, deteksi dini terhadap potensi kekerasan, serta mekanisme pencegahan, penanganan, pendampingan, dan pemulihan korban.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai materi, antara lain kebijakan PBNU tentang Gerakan Nasional Pesantrenku Aman, teknik fasilitasi, perspektif pengasuhan, analisis fenomena kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan, filosofi Pesantren Aman dan child safeguarding, psikologi perkembangan anak dan remaja, disiplin positif, strategi pencegahan dan penanganan kekerasan, hingga micro training sebagai praktik fasilitasi.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua PBNU Nyai Alissa Wahid, KH Marzuki Wahid, Dr. Mayadina Rohmi Musfiroh, Nurmey Nurulchaq, M.A., Psikolog, serta Ning Maya Fitria.

Melalui kegiatan tersebut, RMI PBNU dan SAKA PBNU berharap lahir fasilitator-fasilitator yang mampu memperkuat sistem pengasuhan dan perlindungan santri di berbagai pesantren. Para fasilitator ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengimplementasikan Gerakan Nasional Pesantrenku Aman sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan di berbagai daerah.

Tags: Gerakan Nasional Pesantrenku AmanRMI PBNUSAKA PBNUToT Musyrif-Musyrifah

Related Posts

Peristiwa

DPR RI Komisi VIII Soroti Peralatan BPBD Kediri yang Menua, Gus An’im Dorong Pelatihan Santri

20/10/2026
Peristiwa

Bukan Cuma Berdakwah! Santri di Kediri Dibekali Ilmu Hadapi Ancaman Bencana

19/10/2026
Peristiwa

Kapolres Kediri Kota Sidak 3 SPBU Ada BBM Kosong, Ini Hasil Pemeriksaannya

19/10/2026
Peristiwa

Peternak Wajib Tahu, Jagung SPHP Rp5.000 per Kg Penyaluran BULOG Kediri Tembus 99,35 Persen

19/10/2026
Peristiwa

Sejumlah BBM Habis di SPBU Kediri, Kapolres Turun Tangan Antisipasi Panic Buying

19/10/2026
Peristiwa

Stok BBM di Kediri Dipantau Polisi, Antrean SPBU Jadi Sorotan: Kapolres Ingatkan Warga Tak Menimbun

18/10/2026
Next Post

KH Marzuki Wahid: ToT Disiapkan untuk Perluas Gerakan Pencegahan Kekerasan di Pesantren

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

DLHKP Kota Kediri Siagakan Tim 24 Jam Antisipasi Pohon Tumbang Saat Pancaroba

30/03/2026

Polres Blitar Kota Amankan Dua Pelajar Penjual Bahan Peledak Petasan

29/03/2024

Dr Ari Minta Restu Ketua PCNU Kabupaten Kediri Maju di Pilkada 2024

12/07/2024

Dukung Swasembada Pangan, Kapolres Kediri Kota dan Forkopimda Gelar Panen Raya Jagung di Desa Cerme

05/06/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO