Madiun — Memasuki H+5 masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah, volume penumpang kereta api di wilayah Daop 7 Madiun masih tergolong tinggi. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 12.431 penumpang tercatat berangkat melalui 13 stasiun pada Kamis (26/3/2026).
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa meskipun jumlah penumpang telah melewati puncak arus balik, minat masyarakat menggunakan kereta api tetap kuat.
“Puncak arus balik terjadi pada H+3 atau Selasa (24/3/2026) dengan total 17.758 penumpang. Namun, angka keberangkatan pada H+5 yang masih mencapai lebih dari 12 ribu penumpang menunjukkan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat,” ujarnya.
Secara kumulatif, sejak dimulainya masa angkutan Lebaran pada 11 Maret hingga 26 Maret 2026, jumlah penumpang berangkat tercatat sebanyak 157.501 orang, sementara penumpang datang mencapai 197.774 orang.
Adapun lima stasiun dengan jumlah keberangkatan tertinggi pada H+5 yakni Stasiun Madiun sebanyak 4.169 penumpang, disusul Stasiun Kediri 1.085 penumpang, Stasiun Jombang 962 penumpang, Stasiun Tulungagung 945 penumpang, dan Stasiun Kertosono 857 penumpang.
Untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang masih melakukan perjalanan pasca-Lebaran, KAI Daop 7 Madiun menghadirkan program bertajuk “Silaturahmi”. Program ini menawarkan potongan tarif hingga 20 persen untuk tiket kelas eksekutif.
Diskon tersebut berlaku untuk periode keberangkatan 25 Maret hingga 1 April 2026 dan dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi perusahaan, maupun mitra penjualan tiket lainnya.
Tohari menambahkan, meskipun tingkat okupansi sempat melampaui 125 persen pada masa puncak, ketersediaan tiket untuk jadwal setelah puncak arus balik masih cukup terbuka.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa ketersediaan tiket secara real-time agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik,” katanya.
KAI Daop 7 Madiun juga memastikan seluruh fasilitas stasiun dan sarana kereta api dalam kondisi optimal guna menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang selama masa arus balik Lebaran.















