BLITAR – Pembagian 1 juta butir telur gratis oleh ratusan peternak ayam petelur di Kabupaten Blitar memunculkan tanggapan beragam. Di tengah antusiasme ribuan warga yang mengantre memperoleh telur, sejumlah warga yang tinggal di sekitar peternakan justru menyampaikan kritik terhadap aksi tersebut.
Salah seorang warga yang mengaku bertetangga dengan peternak ayam, Budi, mengatakan warga sekitar selama ini turut menanggung dampak aktivitas peternakan, terutama bau yang berasal dari kandang ayam.
“Setiap hari kami mencium bau kotoran ayam. Kalau ada pembagian telur, biasanya hanya saat menjelang Lebaran,” kata Budi kepada wartawan, Selasa, 02 Juni 2026.
Menurut dia, peternak selama ini menikmati keuntungan ketika harga telur tinggi. Karena itu, ia menilai keluhan yang disampaikan saat harga telur turun perlu dilihat secara lebih proporsional.
“Ketika harga telur mahal, banyak peternak yang berkembang usahanya. Saat harga turun, mereka merasa paling dirugikan,” ujarnya.
Aksi pembagian telur gratis tersebut digelar peternak ayam petelur dari Blitar Raya sebagai bentuk protes terhadap anjloknya harga telur di tingkat produsen. Para peternak menyebut harga jual telur saat ini berada di bawah biaya produksi sehingga menyebabkan kerugian.
Ribuan warga memadati halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Blitar sejak pagi untuk mendapatkan telur yang dibagikan secara cuma-cuma. Sebagian warga menyambut baik aksi tersebut karena membantu kebutuhan rumah tangga di tengah kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
Namun, kritik dari warga sekitar peternakan menunjukkan adanya persoalan lain yang ikut mengemuka, yakni hubungan antara pelaku usaha peternakan dan masyarakat yang selama ini tinggal berdampingan dengan kandang ayam. Sebagian warga berharap peternak tidak hanya meminta dukungan ketika menghadapi kesulitan usaha, tetapi juga lebih memperhatikan dampak lingkungan yang dirasakan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, peternak berpendapat aksi bagi-bagi telur dilakukan untuk menarik perhatian pemerintah terhadap kondisi industri petelur yang tengah tertekan akibat harga jual yang rendah. Mereka berharap ada langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga agar usaha peternakan tetap bertahan.














