Kediri, Kabarutama – Kekeringan yang melanda Dusun Kebonrejo, Desa Kebonrejo, Kabupaten Kediri, kian membebani warga. Tak hanya kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, masyarakat juga dihadapkan pada persoalan pengairan lahan pertanian yang menjadi tumpuan ekonomi keluarga.
Di tengah kondisi tersebut, DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri menyalurkan bantuan air bersih sekitar 25 ribu liter kepada warga, Minggu (25/10/2026). Bantuan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan berkepanjangan.
Marianto (50), warga RT 6 RW 2 Dusun Kebonrejo, mengungkapkan bahwa kekeringan menjadi persoalan yang berulang setiap tahun. Biasanya, kondisi tersebut berlangsung sekitar tiga bulan, yakni September hingga November. Namun, menurutnya, kekeringan tahun ini menjadi yang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi cuaca panas dan kemarau panjang membuat ketersediaan air semakin terbatas. Situasi ini diperberat oleh kebutuhan air untuk pertanian, terutama ketika petani mulai menanam komoditas cabai demi mengejar masa panen pada Januari mendatang.
Akibatnya, sumber air yang tersedia tidak selalu mampu menjangkau kebutuhan rumah tangga. Warga yang tidak memperoleh layanan air dari PDAM maupun Hippa (pengelolaan air sumur dalam oleh kelompok tani) harus mengandalkan sumber air setempat.
Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri sekaligus anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, M. Hadi Setyawan, menyoroti persoalan keterbatasan air yang dirasakan warga, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun untuk mendukung kegiatan pertanian.
Menurutnya, persoalan ini perlu mendapatkan perhatian serius, terlebih kawasan tersebut memiliki potensi pertanian cabai yang membutuhkan dukungan ketersediaan air agar produktivitas petani tetap terjaga.
“Yang dibutuhkan masyarakat adalah sumur bor. Kami akan mencarikan solusinya agar ke depan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar M. Hadi.
Pembangunan sumur bor diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber air yang ketersediaannya menurun saat musim kemarau. Dengan begitu, kebutuhan air rumah tangga dan pertanian diharapkan dapat ditangani secara lebih berkelanjutan.
Selain persoalan air bersih, warga turut menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur penunjang pertanian. Mereka mengusulkan perbaikan akses jalan menuju lahan pertanian, termasuk jalan rabat beton.
Akses menuju lahan pertanian disebut terkendala setelah jembatan yang sebelumnya digunakan warga terputus. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi petani dalam menjangkau lahan dan mendukung aktivitas pertanian.
Menanggapi aspirasi itu, anggota DPRD Jawa Timur menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Upaya realisasi pembangunan atau perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat dilakukan pada 2027 mendatang.
Di Dusun Kebon Rejo, persoalan air bersih disebut menyangkut kebutuhan warga di 10 RT. Berdasarkan informasi yang disampaikan, terdapat 261 rumah yang belum mendapatkan penyaluran air dari PDAM maupun Hippa dan masih mengandalkan sumber air setempat.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya penanganan kekeringan yang tidak berhenti pada distribusi bantuan air bersih saat kemarau. Ketersediaan sumber air permanen, dukungan pengairan pertanian, serta perbaikan akses menuju lahan menjadi kebutuhan yang perlu ditindaklanjuti.
Bantuan air bersih yang disalurkan DPD Partai Golkar Kabupaten Kediri diharapkan dapat meringankan beban warga untuk sementara. Namun, masyarakat tetap membutuhkan solusi berkelanjutan agar krisis air yang berulang setiap tahun tidak terus menjadi persoalan yang sama saat musim kemarau tiba.















