Madiun, Kabarutama – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang dengan membangun pos jaga di 13 titik prioritas. Langkah tersebut menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang dilakukan KAI pada 2026.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan keselamatan menjadi prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api. Karena itu, penanganan perlintasan sebidang dilakukan berdasarkan kondisi dan tingkat kebutuhan di masing-masing lokasi.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Tohari.
Secara nasional, program peningkatan keselamatan KAI pada 2026 mencakup 190 titik prioritas di berbagai wilayah operasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13 titik berada di wilayah kerja Daop 7 Madiun.
Pembangunan pos jaga tersebut tersebar di sejumlah perlintasan yang berada di antara beberapa stasiun, mulai dari wilayah Kediri, Nganjuk, Blitar hingga Madiun.
Berikut 13 titik yang menjadi lokasi pembangunan pos jaga:
1. JPL 295 KM 200+303 antara Stasiun Minggiran-Papar.
2. JPL 299A KM 206+105 antara Stasiun Papar-Purwoasri.
3. JPL 301 KM 210+243 antara Stasiun Purwoasri-Kertosono.
4. JPL 303 KM 211+793 antara Stasiun Purwoasri-Kertosono.
5. JPL 294A KM 199+645 antara Stasiun Minggiran-Papar.
6. JPL 266 KM 174+122 antara Stasiun Kras-Ngadiluwih.
7. JPL 218 KM 138+131 antara Stasiun Rejotangan-Ngunut.
8. JPL 209 KM 130+327 antara Stasiun Blitar-Rejotangan.
9. JPL 182 KM 117+186 antara Stasiun Garum-Blitar.
10. JPL 174 KM 113+137 antara Stasiun Talum-Garum.
11. JPL 172 KM 112+389 antara Stasiun Talum-Garum.
12. JPL 171 KM 111+973 antara Stasiun Talum-Garum.
13. JPL 123 KM 153+637 antara Stasiun Caruban-Babadan.
Selain pembangunan infrastruktur, KAI Daop 7 Madiun juga menyiapkan sumber daya manusia untuk memperkuat pengamanan di lapangan. Sebanyak 52 calon petugas penjaga pintu perlintasan disiapkan melalui peningkatan kesiapan dan kompetensi sebelum menjalankan tugas.
Tohari menekankan bahwa peningkatan keselamatan tidak cukup hanya dengan pembangunan fasilitas maupun penempatan petugas. Peran serta pengguna jalan juga menjadi faktor penting dalam mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang.
“Kami juga mengajak dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan saat melintas di perlintasan sebidang,” katanya.
Menurut dia, pengguna jalan harus berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan kiri, memastikan kondisi benar-benar aman, serta tidak menerobos palang pintu.
“Kedisiplinan bersama seperti berhenti sebelum melewati perlintasan, melihat ke kanan dan ke kiri, memastikan kondisi aman, serta tidak menerobos palang pintu merupakan kunci utama dalam mencegah risiko kecelakaan,” pungkas Tohari.
Upaya peningkatan keselamatan tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan bagi perjalanan kereta api maupun pengguna jalan yang beraktivitas di sekitar perlintasan sebidang.
















