Madiun, Kabarutama — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan tepat waktu kepada masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar melalui upacara bendera di halaman Kantor Operator Control Center (OCC) Daop 7 Madiun, Senin (17/8/2026).
Upacara dipimpin Vice President KAI Daop 7 Madiun Ali Afandi selaku inspektur upacara. Dalam kesempatan itu, Ali membacakan amanat Direktur Utama PT KAI Bobby Rasidin.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Tema tersebut, menurut KAI, menjadi pengingat pentingnya memperkuat kemandirian, memperluas kesempatan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bekerja, melayani, dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa merupakan bagian dari tanggung jawab kita. Kereta api harus terus bertumbuh, semakin efisien dan produktif sekaligus memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” demikian pesan dalam amanat tersebut.
Ali mengatakan semangat kemerdekaan tidak cukup diwujudkan melalui perayaan seremonial, tetapi juga melalui kerja nyata, profesionalisme, disiplin, dan peningkatan kualitas pelayanan.
“Semangat kemerdekaan tidak cukup hanya kita rayakan, tetapi harus kita wujudkan melalui karya dan pengabdian. Bagi insan KAI, salah satu bentuk kontribusi nyata adalah terus menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, selamat, tepat waktu, dan semakin melayani masyarakat,” ujar Ali.
Sejalan dengan semangat tersebut, KAI Daop 7 Madiun juga memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal selama periode libur dan cuti bersama Hari Kemerdekaan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, berdasarkan data pembaruan pada 17 Agustus 2026 pukul 06.00 WIB, sebanyak 31.663 pelanggan tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 7 Madiun selama periode 14-18 Agustus 2026.
Stasiun Madiun menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan berangkat terbanyak, yakni 10.606 pelanggan. Berikutnya Stasiun Kediri sebanyak 3.899 pelanggan, Blitar 2.607 pelanggan, Jombang 2.576 pelanggan, dan Tulungagung 2.514 pelanggan.
Sementara itu, jumlah pelanggan yang turun di wilayah Daop 7 Madiun pada periode yang sama mencapai 31.884 pelanggan.
Stasiun Madiun kembali mencatat jumlah pelanggan turun terbanyak dengan 11.144 pelanggan. Kemudian Blitar sebanyak 2.941 pelanggan, Jombang 2.611 pelanggan, Tulungagung 2.671 pelanggan, dan Kediri 3.648 pelanggan.
“Secara keseluruhan, hingga 18 Agustus 2026, tercatat 63.547 pelanggan yang melakukan perjalanan naik maupun turun di wilayah Daop 7 Madiun selama periode libur kemerdekaan. Kami terus memastikan seluruh layanan berjalan dengan aman, lancar, nyaman, dan selamat,” kata Tohari.
Tohari menambahkan, KAI Daop 7 Madiun terus mengoptimalkan kesiapan sumber daya manusia, sarana, prasarana, serta pelayanan di stasiun untuk mendukung kelancaran perjalanan pelanggan selama masa libur.
Menurut dia, peningkatan jumlah mobilitas masyarakat menjadi perhatian KAI dalam memastikan seluruh rangkaian perjalanan dapat berlangsung secara aman dan lancar.
KAI juga terus mendorong peningkatan efisiensi, produktivitas, inovasi, serta keandalan operasional. Upaya tersebut dinilai penting mengingat kereta api memiliki peran strategis sebagai salah satu moda transportasi publik yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi pengingat bagi seluruh insan KAI untuk terus bekerja dengan penuh integritas, memberikan pelayanan terbaik, dan menghadirkan transportasi kereta api yang semakin aman, andal, efisien, produktif, serta memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” ujar Tohari.
Dengan semangat tersebut, KAI Daop 7 Madiun memastikan pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas, sekaligus menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk terus memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.













