Selasa, Maret 3, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Heboh Dugaan Pencemaran, DLH Turun Tangan Periksa RS Aura Syifa, Ini Penjelasannya

redaksi by redaksi
02/03/2026
in Peristiwa
0

Kediri – Dugaan pencemaran lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas operasional Rumah Sakit Aura Syifa Kediri di Dusun Dlopo, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, memicu perhatian publik. Warga setempat mengaku mencium bau menyengat hampir setiap hari selama kurang lebih tiga tahun terakhir dan menyampaikan keluhan gangguan kesehatan.

Baca Juga :

Dikebut Jelang Mudik, Mas Dhito Ultimatum PUPR Jalan Berlubang di Kediri Harus Tuntas H-7 Lebaran

Ular Piton 2,1 Meter Masuk Kandang Ayam Warga, Damkar Kediri Lakukan Evakuasi Tengah Malam

Aduan tersebut disampaikan Aliansi Warga Dlopo Bersatu yang didampingi GRIB Jaya ke Dinas Lingkungan Hidup. Mereka meminta kejelasan atas dugaan pencemaran yang disebut-sebut berasal dari aktivitas rumah sakit.

Ketua DPD GRIB Jaya Kediri, Iswahyudi, mengatakan pihaknya mendatangi instansi terkait, Senin (2/3/2026) untuk memastikan apakah ada pernyataan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terkait dugaan tidak adanya limbah yang ada dimedia sosial.

“Kita ingin klarifikasi apakah benar statement itu murni keluar dari DLH. Karena yang namanya limbah, bukan hanya rumah sakit, rumah tangga pun menghasilkan limbah,” ujarnya.

Ia menegaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, belum ada pernyataan resmi final dari DLH karena proses masih dalam tahap kajian, evaluasi, serta pengumpulan data dan verifikasi. Pihaknya menyatakan akan mengawal proses tersebut hingga ada hasil resmi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan.

Menurut Putut, tim pengawas DLH bersama Dinas Kesehatan telah melakukan verifikasi manajemen rumah sakit pada 25 Februari, kemudian dilanjutkan verifikasi lapangan di luar area rumah sakit pada 27 Februari bersama pemerintah desa setempat.

“Ini masih kami susun laporan tindak lanjutnya. Jadi belum ada hasil akhir,” kata Putut.


Dari hasil verifikasi awal, DLH mencatat beberapa poin, Sampah domestik seperti sisa dapur dibuang ke TPA Kabupaten di Sekoto dua hari sekali dan diangkut menggunakan truk tertutup.

Limbah medis (B3) disebut tidak tercampur dengan sampah domestik. Rumah sakit memiliki TPS B3 dan bekerja sama dengan pihak ketiga berizin, yakni PT Putra Restu Ibu Abadi.

Terkait bau, dari wawancara dengan warga RT 20 dan RT 30, tidak ditemukan bau menyengat yang ekstrem. Bau yang tercium disebut sebagai bau khas limbah domestik dari saluran drainase yang digunakan bersama.

Berdasarkan informasi dari Puskesmas Ngasem, tidak ada lonjakan signifikan kasus batuk atau gangguan pernapasan.

Sementara itu, sejumlah warga Dusun Dlopo menyatakan tetap merasakan bau menyengat pada waktu-waktu tertentu dan mengaku mengalami batuk berkepanjangan serta sesak napas. Mereka berharap ada kejelasan dan solusi konkret dari pemerintah daerah.


Hingga berita ini diturunkan, DLH Kabupaten Kediri menegaskan proses pemeriksaan masih berjalan dan belum mengeluarkan kesimpulan akhir terkait ada atau tidaknya pencemaran.

Pihak GRIB Jaya maupun warga menyatakan akan menunggu hasil resmi tersebut, sembari berharap investigasi dilakukan secara transparan dan objektif sesuai ketentuan yang berlaku.

Tags: DLHDugaan PencemaranRS Aura Syifa

Related Posts

Peristiwa

Dikebut Jelang Mudik, Mas Dhito Ultimatum PUPR Jalan Berlubang di Kediri Harus Tuntas H-7 Lebaran

02/03/2026
Peristiwa

Ular Piton 2,1 Meter Masuk Kandang Ayam Warga, Damkar Kediri Lakukan Evakuasi Tengah Malam

02/03/2026
Peristiwa

Sinta Nuriyah Wahid Kunjungi Rumah Lansia Gusdurian di Kediri, Sampaikan Pesan Kemanusiaan di Bulan Ramadhan

02/03/2026
Peristiwa

Diserbu Jelang Ramadan, Harga Cabai Anjlok 50 Persen di Pasar Murah Kediri, Warga Rela Antre Sejak Pagi

02/03/2026
Peristiwa

Satgas TMMD ke-127 Ajak Siswa SD di Kediri Main Engklek dan Kelereng, Kurangi Ketergantungan Gawai

02/03/2026
Peristiwa

Imigrasi Siaga, 2.228 Penumpang Terdampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, Overstay Diganti ITKT Gratis

02/03/2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Perajin Kaligrafi di Tulungagung Kebanjiran Order di Bulan Ramadhan

28/03/2024

Polres Pelabuhan Tanjungperak Ungkap Peredaran Narkoba, Amankan Residivis Pengedar

02/02/2026

Tahun Baru Islam, Pertamina Tambah Hampir 1 Juta Tabung LPG 3 Kg di Jawa Timur

27/06/2025

Kejari Kediri Tekankan Peran Strategis Satpol PP dalam Penegakan Perda dan Kepastian Hukum

07/10/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO