Sabtu, Agustus 8, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Peristiwa

Dari Bom yang Gagal Meledak Menjadi Panggilan Ibadah, Kenteng Bersejarah Menggema di Pembukaan Munas-Konbes NU 2026

redaksi by redaksi
22/06/2026
in Peristiwa
0

Kediri, kabarutama – Malam itu, suara kenteng menggema pelan namun menggetarkan hati ribuan hadirin di kompleks Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Di tengah khidmatnya pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026, sebuah benda tua yang menyimpan jejak sejarah kembali berbicara kepada zaman.

Baca Juga :

Dinus Expo 2026 Digelar di Kediri, Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemkot di Era Digital

77 Calon Paskibraka Kab Kediri Mulai Digembleng, Ada Perubahan Formasi di Stadion Canda Bhirawa

Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar, menabuh kenteng itu sembilan kali. Angka sembilan dipilih sebagai simbol bintang sembilan yang menjadi identitas Nahdlatul Ulama. Namun, lebih dari sekadar penanda dimulainya forum tertinggi organisasi, dentangan kenteng tersebut membawa pesan yang jauh lebih dalam: tentang perjuangan, keteguhan, dan kemampuan mengubah ancaman menjadi kemanfaatan.

Tak banyak yang mengetahui bahwa kenteng yang ditabuh di hadapan para ulama, tokoh bangsa, dan ribuan peserta itu berasal dari bom peninggalan masa penjajahan Belanda yang gagal meledak saat menyerang kawasan pesantren puluhan tahun silam. Bom yang semula ditujukan untuk menghancurkan, justru berakhir menjadi saksi bisu perjalanan panjang pesantren dan bangsa.

Menurut keterangan keluarga besar pesantren, Gus Salam, bom tersebut ditemukan di area belakang pondok setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 1945. Oleh para pengasuh pesantren, benda berbahaya itu kemudian dimodifikasi menjadi kenteng yang hingga kini digunakan sebagai penanda waktu salat berjamaah, kegiatan mengaji, dan aktivitas belajar para santri.

“Yang dahulu datang membawa ancaman, kini justru menjadi penyeru kebaikan,” demikian makna yang hidup di tengah masyarakat pesantren. Dentangan kenteng itu seolah mengingatkan bahwa sejarah tidak selalu berakhir sesuai niat para pelakunya. Ada kalanya kebencian berubah menjadi pelajaran, dan serangan menjelma keberkahan.

Bagi keluarga besar Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, kenteng tersebut bukan sekadar benda logam tua. Ia adalah warisan nilai, pengingat perjuangan para pendahulu, sekaligus simbol ketahanan pesantren menghadapi berbagai ujian zaman. Setiap kali suaranya terdengar, seakan ada cerita lama yang kembali hidup di antara langkah para santri dan doa-doa yang dipanjatkan.

Pembukaan Munas-Konbes NU 2026 turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya Mustofa Bisri, Nasaruddin Umar, Khofifah Indar Parawansa, Emil Dardak, serta Yahya Cholil Staquf. Mereka menyaksikan langsung bagaimana sebuah artefak perjuangan menjadi penanda dimulainya forum yang akan menentukan arah perjalanan NU ke depan.

Di tengah gemerlap acara dan hiruk-pikuk agenda organisasi, dentangan kenteng bekas bom itu menyampaikan pesan yang sederhana namun abadi: bahwa kekuatan sejati bukanlah menghancurkan, melainkan mengubah luka sejarah menjadi manfaat bagi generasi yang akan datang.

Tags: Bom yang Gagal MeledakKentengKenteng BersejarahPembukaan Munas-Konbes NU 2026

Related Posts

Peristiwa

Dinus Expo 2026 Digelar di Kediri, Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemkot di Era Digital

08/08/2026
Peristiwa

77 Calon Paskibraka Kab Kediri Mulai Digembleng, Ada Perubahan Formasi di Stadion Canda Bhirawa

08/08/2026
Peristiwa

Diduga Berawal dari Mobil di Bagasi, Kebakaran di Kediri Hanguskan Rumah dan Enam Kendaraan

08/08/2026
Peristiwa

Wayang Kulit dan Anugerah Prestasi Meriahkan Perayaan Dies Natalis ke-49 UNP Kediri

05/08/2026
Peristiwa

Dukung Peningkatan Produksi, Mas Dhito Salurkan 216 Bantuan Pertanian

05/08/2026
Peristiwa

Api Sambar Bensin Saat Nyalakan Kompor, Rumah Warga Kesamben Ludes Terbakar

05/08/2026
Next Post

Munas-Konbes NU 2026 Bahas Arah Kepemimpinan dan Transformasi Digital, Kiai Afif: Musyawarah Tetap Harga Mati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

Tim SAR Temukan Ibu dan Anak yang Tenggelam di Sungai Sendangbedok Tulungagung

22/05/2025

Wali Kota Blitar Salurkan Bantuan Pangan kepada Ribuan Warga

28/07/2025

Kemenag dan Puskesmas Perkuat Poskestren, Santri Ponpes Al Ma’ruf Dibekali PHBS

04/08/2026

Kini Anak Usia Enam Tahun Sudah Bisa Gunakan Autogate Imigrasi

31/08/2024
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO