Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri kembali menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan benih padi kepada petani sebagai bentuk komitmen mendukung sektor pertanian dan menjaga capaian swasembada pangan tahun 2025.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyerahkan bantuan tersebut dalam acara tasyakuran swasembada pangan yang digelar di lapangan belakang kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri, Kamis (5/2/2026) pagi.
Pada kesempatan itu, sebanyak 34 unit traktor roda empat diserahkan langsung kepada petani. Sementara 17 unit traktor roda empat lainnya telah disalurkan pada tahun 2025, sehingga total bantuan mencapai 51 unit.
“Di tahun 2026 ini kita masih akan menyalurkan sekitar 150 sampai 190 bantuan alsintan lagi, disesuaikan dengan kebutuhan petani,” ujar Bupati yang akrab disapa Mas Dhito, usai mencoba mengoperasikan salah satu traktor roda empat.
Selain traktor roda empat, Pemkab Kediri juga menyerahkan 15 unit traktor roda dua untuk mendukung pengolahan lahan pertanian. Sebelumnya, pada tahun 2025, bantuan traktor roda dua juga telah disalurkan sebanyak empat unit.
Tak hanya itu, berbagai alsintan lain telah diserahkan kepada petani, di antaranya 11 unit combine harvester, enam unit pompa air, dan 11 unit hand sprayer. Untuk mendukung produksi padi, Pemkab Kediri juga menyalurkan bantuan benih padi sebanyak 73 ton, setelah pada tahun 2025 lalu menyalurkan 75 ton benih.
Mas Dhito menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung sektor pertanian melalui peningkatan infrastruktur, pendampingan teknis, serta penyediaan sarana dan prasarana produksi.
“Bantuan ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas petani, menekan biaya produksi, dan menjaga swasembada pangan, termasuk komoditas gula yang menjadi target Presiden Prabowo Subianto,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Kabupaten Kediri tetap mampu menyalurkan bantuan alsintan dalam jumlah besar karena keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional.
“Kabupaten Kediri bisa memberikan bantuan alsintan yang cukup banyak di tengah kondisi efisiensi anggaran karena kami bersungguh-sungguh bekerja untuk memenuhi target dari Bapak Presiden,” ungkap Mas Dhito.
Berdasarkan data Pemkab Kediri, pada tahun 2025 luas tanam padi di Kabupaten Kediri mencapai 49.743 hektare dengan produksi sekitar 307.000 ton gabah kering giling (GKG). Untuk komoditas jagung, luas tanam mencapai 55.807 hektare dengan produksi sekitar 373.000 ton jagung pipil kering. Sementara komoditas tebu memiliki luas tanam 20.683 hektare dengan produksi mencapai 1.985.302 ton.
Dalam acara tersebut, Mas Dhito juga mendorong keterlibatan generasi muda di sektor pertanian. Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Kediri memberikan bantuan kepada delapan petani berusia di bawah 30 tahun.
“Harapan saya ke depan petani tidak lagi didominasi usia 50 tahun ke atas, tapi 40 tahun ke bawah. Tadi sudah terlihat embrionya,” pungkasnya.
















