Madiun – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun memastikan seluruh perjalanan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) tetap berjalan normal dan tepat waktu meski terjadi genangan air di jalur kereta api sekitar Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi, Jawa Tengah, pada Sabtu (17/1/2026) dini hari.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan genangan air tersebut tidak berdampak terhadap perjalanan KA yang berangkat dari maupun melintas di wilayah Daop 7 Madiun.
“Seluruh KAJJ keberangkatan Daop 7 Madiun dengan tujuan Jakarta dipastikan berangkat sesuai jadwal,” ujar Tohari dalam keterangan tertulis.
KA Brantas relasi Blitar–Pasar Senen yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan juga dipastikan berangkat tepat waktu dari Stasiun Blitar pada pukul 12.55 WIB.
Selain KA Brantas, sejumlah KAJJ lain yang melintasi lintas Sragi–Pekalongan, yakni KA Matarmaja relasi Malang–Pasar Senen, KA Majapahit relasi Malang–Pasar Senen, serta KA Brawijaya relasi Malang–Gambir, direncanakan berangkat tepat waktu.
Sementara itu, KAJJ dari Daop 7 Madiun yang menggunakan jalur selatan dan tidak melewati Stasiun Sragi maupun Stasiun Pekalongan tetap beroperasi normal. Kereta tersebut antara lain KA Madiun Jaya relasi Madiun–Pasar Senen, KA Singasari relasi Blitar–Pasar Senen, dan KA Bangunkarta relasi Jombang–Pasar Senen.
Pada masa libur akhir pekan hingga hari ini, KAI Daop 7 Madiun mencatat jumlah penumpang mencapai 48.878 pelanggan, dengan rincian 24.665 pelanggan berangkat dan 24.213 pelanggan datang. Adapun khusus hari ini, total penumpang tercatat sebanyak 8.936 pelanggan.
KAI juga mencatat volume penumpang tertinggi sementara terjadi pada Kamis (15/1/2026) sebanyak 16.796 pelanggan, disusul Jumat (16/1/2026) sebanyak 14.667 pelanggan.
Tohari menambahkan, ketersediaan tempat duduk KAJJ dari Daop 7 Madiun menuju berbagai tujuan masih tersedia. Masyarakat yang akan bepergian diimbau melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal penjualan resmi lainnya.
“KAI terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi jalur dan perjalanan kereta api untuk memastikan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” katanya.
















