Kediri, Kabarutama – Persoalan sampah bukan lagi sekadar urusan kebersihan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menyikapi persoalan tersebut, Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama menyukseskan World Cleanup Day (WCD) Indonesia tingkat Kabupaten Kediri.
Ajakan itu disampaikan Dewi Mariya Ulfa saat menghadiri peringatan World Cleanup Day 2026 di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, berbagai elemen masyarakat tampak bersatu, mulai dari jajaran pemerintah daerah, kepolisian, organisasi kepemudaan, relawan, komunitas, dunia pendidikan, pelaku usaha hingga pedagang kaki lima.
Bagi Dewi, keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus dibangun melalui semangat gotong royong.
“Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi kekuatan kita sebagai masyarakat Kabupaten Kediri,” ujar Dewi.
Dewi mengingatkan, sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu berbagai persoalan serius. Mulai dari saluran air tersumbat yang berpotensi menyebabkan banjir, pencemaran tanah dan sungai, gangguan kesehatan masyarakat, hingga rusaknya keindahan lingkungan.
Sebaliknya, lingkungan yang bersih akan menciptakan kenyamanan, kesehatan, sekaligus kebanggaan bagi masyarakat.
Ia secara khusus menyoroti kawasan Simpang Lima Gumul yang menjadi salah satu ikon kebanggaan Kabupaten Kediri.
Menurutnya, SLG bukan hanya ruang publik, melainkan juga wajah Kabupaten Kediri. Setiap hari kawasan tersebut menjadi tempat masyarakat berolahraga, berekreasi, berwisata, hingga mencari nafkah.
Karena itu, menjaga kebersihan kawasan SLG bukan semata-mata tugas petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Dewi menyampaikan empat langkah konkret yang perlu diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
1. Mulai dari Diri Sendiri
Masyarakat diminta membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa tumbler dan tas belanja sendiri.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Bupati Kediri Nomor 35 Tahun 2025 tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
2. Biasakan Memilah Sampah dengan Prinsip 3R
Dewi mengajak masyarakat menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle, yakni mengurangi, menggunakan kembali, serta mendaur ulang sampah.
Pemilahan sampah sebaiknya dimulai dari rumah agar beban pengelolaan sampah di tempat pemrosesan akhir dapat dikurangi.
3. Libatkan Generasi Muda
Kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan sejak dini. Pelajar, anggota Pramuka, dan Karang Taruna diharapkan menjadi pelopor sekaligus teladan dalam menjaga kebersihan, baik di sekolah, rumah maupun lingkungan masyarakat.
4. Perkuat Kolaborasi Semua Pihak
Penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan kerja sama antara Dinas Lingkungan Hidup, perangkat daerah, komunitas, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat.
Dewi pun mengajak masyarakat menjadikan momentum World Cleanup Day bukan sekadar kegiatan bersih-bersih sesaat, melainkan awal membangun kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan.
“Mari kita bersihkan lingkungan kita, kita jaga bumi kita, untuk Kediri yang bersih, sehat, lestari, dan berbudaya. Salam Bumi!” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri, Putut Agung Subekti, turut mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
Menurut Putut, tingginya volume sampah serta tantangan perubahan iklim menjadi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
Ia menegaskan, kebiasaan sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan tidak membuang sampah sembarangan dapat memberikan dampak besar terhadap kelestarian lingkungan daerah.
“Kami dari Dinas Lingkungan Hidup terus bekerja maksimal menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan. Namun, kesadaran masyarakat adalah kunci utamanya,” kata Putut saat ditemui di sela-sela kegiatan World Cleanup Day di kawasan SLG Kediri.
Putut menambahkan, DLH Kabupaten Kediri akan terus meningkatkan pelayanan pengelolaan sampah sekaligus memperkuat pengawasan terhadap potensi pelanggaran pencemaran lingkungan di wilayah kerjanya.
Melalui momentum World Cleanup Day 2026, pemerintah daerah berharap kesadaran menjaga lingkungan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Lebih dari itu, kepedulian terhadap sampah harus menjadi budaya yang dimulai dari rumah, dilakukan setiap hari, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Sebab, Kediri yang bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan hasil dari kepedulian bersama.
















