Madiun, Kabarutama – Bagaimana teknologi di balik tenaga besar lokomotif kereta api bekerja? Sebanyak 48 mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) mendapat kesempatan menjawab rasa penasaran tersebut melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Depo Lokomotif PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun.
Tak sekadar belajar teori di ruang kelas, para mahasiswa diajak melihat langsung jantung operasional kereta api, mulai dari mengenal komponen utama lokomotif hingga memahami sistem transmisi elektrik dan tata letak komponen lokomotif diesel elektrik (DE).
Kegiatan yang dipandu Manager Sarana KAI Daop 7 Madiun, Antang Tri Cahyono, bersama jajaran Depo Lokomotif Madiun itu diawali dengan apel dan *safety briefing*. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memahami prosedur keselamatan sebelum memasuki area operasional depo.
Kesempatan tersebut kemudian dimanfaatkan mahasiswa untuk mendalami berbagai materi teknis perkeretaapian. Tim Sarana Daop 7 Madiun, yang terdiri dari QC Sarana 7A, Asisten Manajer Lokomotif dan KRD, serta Supervisor Los Depo Lokomotif Madiun, memberikan penjelasan langsung mengenai teknologi dan komponen lokomotif.
Menariknya, pembelajaran tidak berhenti pada pemaparan materi. Para mahasiswa juga diterjunkan langsung ke area Depo Lokomotif untuk mengikuti praktik lapangan dengan pendampingan intensif dari petugas.
Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa dapat melihat lebih dekat bagaimana komponen lokomotif dikenali, bagaimana sistem kerjanya dipahami, serta bagaimana pengetahuan teknis yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan dalam lingkungan kerja perkeretaapian.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengapresiasi antusiasme 48 mahasiswa PPI yang mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) perkeretaapian yang kompeten dan siap menghadapi perkembangan teknologi.
“Melalui kegiatan KKL ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga bisa melihat dan memahami secara langsung teknologi, komponen, serta perawatan lokomotif di lapangan,” ujar Tohari.
Ia menegaskan, KAI Daop 7 Madiun terbuka untuk mendukung kegiatan pendidikan, khususnya dalam memperkenalkan sarana dan operasional perkeretaapian kepada generasi muda.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang andal di bidang perkeretaapian,” pungkasnya.
Kegiatan KKL ini menjadi gambaran pentingnya keterhubungan antara teori akademis dan praktik industri. Sebab, untuk mencetak tenaga profesional perkeretaapian, pemahaman di ruang kelas perlu diperkuat dengan pengalaman nyata di lapangan.
















