Blitar– Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan pemerintah di Kota Blitar masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Hingga pertengahan Agustus 2026, tingkat pemanfaatan layanan tersebut baru mencapai sekitar 35 persen, atau masih berada di bawah target yang telah ditetapkan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Kota Blitar. Berbagai langkah sosialisasi dan edukasi pun terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, meskipun tidak sedang mengalami keluhan penyakit.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Blitar, Silvia Dewi Kusumawati, mengatakan layanan CKG dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Program ini tidak hanya ditujukan bagi warga yang sedang sakit, tetapi juga mereka yang merasa sehat dan ingin mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini.
“Harapannya masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini, baik yang merasa sehat maupun yang sedang sakit. Karena tujuan utamanya adalah deteksi dini,” ujar Silvia.
Silvia menjelaskan, masyarakat dapat mengakses layanan tersebut melalui puskesmas maupun fasilitas kesehatan yang telah terdaftar. Untuk mendapatkan layanan CKG, warga cukup membawa KTP dan melakukan pendaftaran pada bulan ulang tahunnya.
Menurutnya, capaian pemanfaatan yang masih berada di angka 35 persen belum sesuai dengan target yang diharapkan. Seharusnya hingga saat ini angka pemanfaatan sudah mencapai sekitar 45 persen. Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya partisipasi masyarakat adalah masih adanya anggapan bahwa pemeriksaan kesehatan hanya diperlukan ketika seseorang merasa sakit.
Padahal, pemeriksaan kesehatan secara berkala memiliki peran penting dalam mendeteksi faktor risiko maupun penyakit sejak tahap awal. Dengan deteksi yang lebih cepat, penanganan dapat dilakukan lebih dini sehingga peluang keberhasilan pengobatan juga semakin besar.
Untuk meningkatkan angka partisipasi, Dinas Kesehatan Kota Blitar berencana terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran informasi dan kegiatan edukasi di tingkat wilayah.
“Kami akan terus menggencarkan edukasi supaya masyarakat lebih aktif memanfaatkan CKG. Jangan menunggu sakit untuk memeriksakan kesehatan,” tegas Silvia.
Melalui upaya tersebut, Dinas Kesehatan berharap masyarakat Kota Blitar semakin terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Selain membantu mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh, kebiasaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam memperkuat langkah pencegahan dan deteksi dini berbagai penyakit.
















