BLITAR— Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar di Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, mulai bersiap menerima para calon siswa untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung mulai 15 hingga 31 Agustus 2026 dan menjadi tahap awal sebelum siswa menjalani kegiatan belajar dengan sistem asrama.
Kepastian jadwal tersebut diperoleh setelah Dinas Sosial Kota Blitar berkoordinasi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia mengenai kesiapan operasional Sekolah Rakyat. Para calon siswa juga disebut sudah mulai mempersiapkan berbagai perlengkapan pribadi untuk menjalani kehidupan sekolah sekaligus tinggal di asrama.
Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Eka Atikah mengatakan MPLS direncanakan dibuka pada Sabtu (15/8/2026). Kegiatan awal tersebut tidak hanya berisi pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga sejumlah agenda yang membantu siswa mengenal sistem pendidikan baru yang akan mereka jalani.
“Kami berharap pada tanggal 15 Agustus sudah dapat dilakukan pembukaan MPLS yang akan diisi dengan rangkaian kegiatan, seperti psikotes, pengenalan ruang kelas, asrama, hingga berbagai fasilitas sekolah lainnya,” kata Eka.
Selama MPLS berlangsung, calon siswa akan dikenalkan dengan berbagai fasilitas yang tersedia di lingkungan Sekolah Rakyat. Mulai dari ruang kelas, tempat tinggal di asrama, ruang makan, ruang ibadah, hingga fasilitas pendukung lainnya.
Namun, kegiatan pengenalan tersebut tidak berhenti pada fasilitas sekolah. Siswa juga akan mendapat pembiasaan mengenai aktivitas sehari-hari karena nantinya mereka tinggal di lingkungan asrama selama mengikuti pendidikan.
Pembekalan tersebut terutama diberikan kepada siswa jenjang sekolah dasar. Mereka akan diperkenalkan dengan berbagai keterampilan dasar untuk menunjang kemandirian, seperti menggunakan toilet duduk dengan benar, menjaga kebersihan diri, serta merapikan dan melipat pakaian.
Pola kegiatan ini menjadi bagian penting karena siswa tidak hanya dituntut mengikuti pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga perlu beradaptasi dengan rutinitas kehidupan di asrama dan belajar mengurus kebutuhan sehari-hari secara lebih mandiri.
Dinas Sosial Kota Blitar juga memastikan persiapan fasilitas dilakukan sebelum MPLS dimulai. Sejumlah pekerjaan dan penataan di lingkungan sekolah terus dirampungkan agar bangunan dan fasilitas yang akan digunakan siswa berada dalam kondisi aman.
Eka mengatakan pihaknya menargetkan lingkungan sekolah sudah bersih dari sisa material pembangunan ketika kegiatan MPLS dimulai.
“Kami dipastikan di tanggal 15 Agustus nanti sisa-sisa material sudah tidak berserakan. Mulai dari ruang kelas, asrama, ruang makan, ruang ibadah, dan fasilitas lainnya bisa digunakan secara aman dan nyaman,” jelas Eka.
Antusiasme calon siswa juga disebut cukup tinggi. Sejumlah siswa bahkan telah menyiapkan kebutuhan pribadi dan perlengkapan sekolah sebagai persiapan mengikuti pendidikan dengan sistem asrama.
MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Blitar selanjutnya akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Dalam rentang waktu tersebut, para siswa menjalani berbagai kegiatan pengenalan sekaligus pembiasaan sebelum memasuki rutinitas pendidikan dan kehidupan asrama.
















