Kediri, kabarutama – Ratusan warga Dusun Jati, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mengikuti kirab budaya hasil bumi dalam rangka peringatan bersih dusun dan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tahunan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya menjaga tradisi budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Warga dari berbagai kalangan tampak mengenakan pakaian adat Jawa sambil membawa tumpeng dan aneka hasil bumi. Kirab dimulai dari ujung Dusun Jati yang berbatasan dengan Dusun Jegles, Desa Keling, menuju Makam Pepunden Dusun Jati, Ki Ageng Manis, dengan jarak sekitar satu kilometer.
Bagi masyarakat setempat, makam tersebut memiliki nilai historis karena Ki Ageng Manis diyakini sebagai tokoh pembabat atau perintis berdirinya Dusun Jati serta berperan dalam penyebaran agama Islam di wilayah tersebut.
Budayawan Dusun Jati, KH Ali Wahyudi, mengatakan tradisi kirab hasil bumi tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah berjasa membuka kawasan yang kini menjadi permukiman masyarakat.
“Ini merupakan agenda rutin setiap bulan Suro atau Muharram. Tujuannya untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga kerukunan dan semangat gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan warga Dusun Jati,” ujar Ali.
Menurutnya, sedekah bumi yang diwujudkan melalui kirab hasil panen merupakan simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan rezeki yang diterima masyarakat melalui hasil pertanian.
Ia menambahkan, tradisi bersih dusun juga menjadi momentum untuk membersihkan lingkungan sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual melalui doa bersama.
“Kebersamaan dan gotong royong yang tercipta di Dusun Jati ini selalu kami harapkan menjadi cara kita untuk hidup guyub rukun antar sesama. Kami yakin, segala sesuatu yang sulit akan menjadi lebih mudah jika dilakukan bersama-sama,” katanya.
Kepala Desa Krenceng, Nur Huda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang terus menjaga tradisi tersebut. Menurut dia, kegiatan itu menjadi sarana memperkuat hubungan sosial sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Terima kasih kepada warga dan para tamu undangan yang hadir dalam acara hari ini,” ucap Nur Huda.
Sementara itu, Camat Kepung, M Saroni, mengaku terkesan dengan kekompakan warga Dusun Jati. Ia menilai semangat guyub rukun yang ditunjukkan masyarakat dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.
“Ini menjadi teladan yang baik bagi desa-desa lain di wilayah Kecamatan Kepung,” ujarnya.
Panitia kegiatan yang juga Kepala Dusun Jati, Amar, menjelaskan bahwa setelah kirab budaya selesai, warga menggelar kenduri bersama dengan menikmati tumpeng dan ambeng yang dibawa dari rumah masing-masing tanpa membedakan latar belakang maupun status sosial.
Rangkaian kegiatan berlangsung mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WIB dan dilanjutkan dengan doa bersama pada malam hari dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam.
Puncak peringatan bersih dusun dan 1 Muharram dijadwalkan berlangsung pada Sabtu mendatang melalui pagelaran wayang kulit. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat untuk melestarikan budaya warisan leluhur agar tetap dikenal oleh generasi muda.















