Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri menargetkan Pasar Ngadiluwih mulai beroperasi penuh pada akhir tahun 2026. Saat ini, proses penyelesaian pembangunan pasar masih terus dikebut melalui tahapan tender untuk menyelesaikan sejumlah pekerjaan finishing.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan beberapa pekerjaan yang masih harus diselesaikan meliputi pembangunan pagar sisi barat, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), hingga penyempurnaan bagian fasad bangunan.
“Harapan Mas Bupati memang Pasar Ngadiluwih harus bisa dioperasionalkan tahun ini dan ini menjadi tantangan bagi kami untuk segera menyelesaikannya,” ujar Tutik, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, meskipun kontrak pekerjaan sebelumnya telah dinyatakan selesai 100 persen, pemerintah daerah masih melakukan penyempurnaan fisik lanjutan agar pasar siap digunakan secara optimal oleh pedagang dan masyarakat.
Menurut Tutik, proses audit proyek ditargetkan rampung pada akhir Mei 2026. Setelah itu, tahapan tender untuk pengerjaan finishing dijadwalkan mulai berjalan pada Juni atau Juli mendatang.
“Target kami akhir Mei proses audit selesai, kemudian Juni atau Juli tender sudah bisa berjalan,” katanya.
Apabila proses tender berlangsung sesuai jadwal, pengerjaan finishing diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan. Pemkab Kediri optimistis seluruh pekerjaan fisik dapat tuntas pada November 2026.
“Insyaallah November selesai semua terkait pekerjaan Pasar Ngadiluwih. Harapannya Desember seluruh pedagang sudah pindah,” ungkapnya.
Selain menyelesaikan pembangunan fisik, Disdagin Kabupaten Kediri juga menyiapkan mekanisme penempatan pedagang melalui sistem pengundian kios dan lapak berdasarkan zonasi jenis dagangan.
“Untuk pemerataan dan keadilan, nanti penempatan dilakukan dengan sistem undian per zonasi,” jelas Tutik.
Pedagang nantinya akan dikelompokkan sesuai jenis usaha, seperti konveksi, daging, maupun peracangan, agar tata kelola pasar lebih tertib dan memudahkan pengunjung.
Pasar Ngadiluwih yang baru memiliki kapasitas sekitar 700 lapak dan 41 kios sesuai database pedagang yang telah terdata.
“Lapaknya kurang lebih 700 sesuai database pedagang dan kiosnya ada 41 unit,” paparnya.
Untuk menuntaskan seluruh pekerjaan finishing, Pemkab Kediri menyiapkan anggaran prioritas sekitar Rp2 miliar. Sementara fasilitas tambahan seperti sistem e-parking akan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah pada tahun berikutnya.
“Yang penting sekarang pasar bisa segera beroperasi dan dimanfaatkan pedagang,” tambahnya.
Pemkab Kediri berharap kehadiran wajah baru Pasar Ngadiluwih dapat menjadi pusat perdagangan yang lebih nyaman sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Intinya pasar ini harus segera bermanfaat untuk masyarakat dan perekonomian bisa bergerak lagi,” pungkas Tutik.
















