Kediri – Aparat kepolisian berhasil mengamankan dua remaja yang diduga meracik bahan peledak dalam peristiwa ledakan mercon yang merusak atap rumah warga di Dusun Plumpungrejo, Desa Karangtengah, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Kedua terduga pelaku ditangkap kurang dari 1×24 jam setelah kejadian. Mereka diamankan saat berada di wilayah Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.
Kasatreskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan, mengatakan penangkapan dilakukan setelah pihaknya melakukan serangkaian penyelidikan dan pengumpulan petunjuk di lokasi kejadian.
“Satreskrim Polres Kediri berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga pelaku di Kecamatan Ponggok. Kasus ini berhasil kami ungkap kurang dari 1×24 jam,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Kediri, Selasa (17/3/2026).
Saat diamankan, kedua remaja tersebut tengah berada di sebuah angkringan. Polisi kemudian langsung membawa keduanya ke Mapolres Kediri untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, keduanya diduga meracik bahan peledak dari bubuk mercon di sekitar lokasi kejadian. Setelah meracik, mereka meninggalkan lokasi untuk mencari makan.
Namun, sebelum kembali, bahan yang telah diracik tersebut lebih dahulu meledak. Saat kembali dan mengetahui ledakan telah terjadi, keduanya langsung pulang dan diduga berusaha menghindari petugas.
“Yang satu berperan membeli bahan baku melalui toko daring, kemudian bersama-sama meracik hingga menjadi bahan peledak,” jelas Joshua.
Diketahui, kedua terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur. Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif guna mendalami motif serta kronologi lengkap kejadian.
Polisi juga berencana melakukan prarekonstruksi untuk memperjelas rangkaian peristiwa sebelum menentukan status hukum keduanya.
Sebelumnya, ledakan keras terjadi pada Minggu malam (16/3/2026) di rumah milik Moh. Yasin (59). Peristiwa tersebut terjadi dua kali dengan jeda sekitar 20 menit.
Ledakan pertama terjadi di bagian belakang rumah sekitar pukul 23.00 WIB. Tidak lama berselang, ledakan kedua yang lebih besar terjadi di bagian teras depan dan menyebabkan atap rumah mengalami kerusakan cukup parah.
Dentuman keras dari ledakan tersebut bahkan terdengar hingga beberapa kilometer dan sempat mengagetkan warga sekitar.















