Blitar– Gerakan pangan murah yang digelar Polres Blitar Kota di depan Mapolres Blitar Kota langsung diserbu warga, Sabtu (8/8/2026). Beras SPHP menjadi salah satu komoditas yang paling banyak diburu karena dijual dengan harga Rp57 ribu untuk kemasan 5 kilogram.
Sejak kegiatan berlangsung, warga terlihat berdatangan untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.Tidak hanya warga sekitar Mapolres Blitar Kota, sejumlah pengendara yang melintas juga ikut memanfaatkan bazar tersebut.
Dalam kegiatan itu, Polres Blitar Kota menyediakan sekitar 200 kemasan beras SPHP. Jumlah tersebut setara dengan kurang lebih satu ton beras yang disiapkan untuk masyarakat.
Kasi Humas Polres Blitar Kota AKP Samsul Anwar mengatakan kegiatan pangan murah tersebut merupakan tindak lanjut arahan pimpinan Polri. Gerakan ini bertujuan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
“Kami laksanakan giat gerakan pangan murah di depanMapolres Blitar Kota. Sesuai dengan arahan pimpinan dan dalam rangka menyambut peringatan kemerdekaan RI,” terang AKP Samsul Anwar.
Menurut Samsul, tingginya minat warga tidak lepas dari harga beras yang ditawarkan. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dalam bazar tersebut dijual Rp57 ribu sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang relatif lebih murah.
“Untuk beras kami sediakan sekitar 1 ton, atau sekitar 200 pack.Alhamdulillah diminati warga sekitar, termasuk pengendara yang melintas di depan Mapolres Blitar Kota,” jelasnya.
Kegiatan Gerakan pangan murah tersebut juga menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus mendukung stabilitas harga pangan di wilayah Blitar Kota.
Polres Blitar Kota berencana melaksanakan kegiatan serupa secara bertahap. Masyarakat nantinya kembali mendapat kesempatan membeli sejumlah kebutuhan pangan dengan harga yang lebih murah melalui kegiatan gerakan pangan murah tersebut.
“Arahan pimpinan kegiatan ini akan dilanjutkan secara bertahap, dengan tujuan membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga murah. Kemudian juga menjaga kestabilan harga bahan pokok,” imbuhnya.
















