Minggu, Mei 10, 2026
kabarutama.co
No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA
No Result
View All Result
kabarUtama.co
Home Budaya

Tradisi Lebaran Ketupat, Simbol Syukur dan Silaturahmi Usai Ramadan dan Puasa Syawal

redaksi by redaksi
08/04/2025
in Budaya, UTAMA
0

Kabarutama.co –  Setelah umat Islam di seluruh dunia merayakan Idulfitri sebagai puncak ibadah Ramadan, sebagian masyarakat di Indonesia memiliki tradisi unik yang tak kalah meriah: Lebaran Ketupat. Tradisi ini dirayakan satu minggu setelah Idulfitri, bertepatan dengan hari ketujuh bulan Syawal, sebagai penutup puasa sunnah Syawal dan bentuk syukur atas kemenangan spiritual.

Lebaran Ketupat atau Bakda Kupat begitu masyarakat Jawa menyebutnya, menjadi momen berkumpul kembali bersama keluarga dan tetangga, disertai dengan hidangan khas berupa ketupat lengkap dengan sayur opor, rendang, sambal goreng, hingga semur.

Baca Juga :

Kota Blitar Raih Peringkat 3 Nasional Kinerja Tertinggi pada Peringatan Otda 2026

Kirab Tumpeng Ketupat Coklat Jadi Daya Tarik Wisata Kampung Coklat Blitar

Di berbagai daerah, seperti Trenggalek, Gresik, Jepara, Madura, hingga Lombok, perayaan ini diselenggarakan dengan cara berbeda. Di Gresik misalnya, warga berziarah ke makam wali, sedangkan di Lombok, tradisi Lebaran Topat dirayakan dengan beramai-ramai menuju pantai, membawa makanan untuk dinikmati bersama.

“Lebaran Ketupat ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang menjaga silaturahmi dan mempererat hubungan antarsesama,” ujar Ahmad Zaini, tokoh masyarakat di Gresik.

Sejarawan menyebut tradisi ini telah berlangsung sejak masa Sunan Kalijaga. Konon, kata “kupat” berasal dari singkatan bahasa Jawa: ngaku lepat (mengaku salah) dan laku papat (empat laku), yang mencerminkan makna spiritual dalam tradisi tersebut.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Noor Achmad, menyebut Lebaran Ketupat sebagai wujud nyata Islam Nusantara yang memadukan nilai-nilai agama dan budaya.

“Tradisi ini bukan hanya budaya, tapi juga sarat nilai-nilai Islam. Lebaran Ketupat adalah ekspresi syukur, pembersihan diri, dan penghormatan terhadap tradisi leluhur yang telah mengajarkan Islam dengan cara damai dan santun,” kata KH Noor Achmad.

Senada dengan itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan pentingnya merawat tradisi lokal yang memperkuat ukhuwah dan jati diri bangsa.

“Tradisi seperti Lebaran Ketupat memperlihatkan bagaimana Islam berkembang secara kultural di Indonesia, bukan dengan konfrontasi, tapi dengan kearifan. Ini yang harus terus dijaga sebagai bagian dari peradaban Islam Indonesia,” ujar KH Yahya Staquf dalam sebuah wawancara pada momen Syawal tahun lalu.

Bagi banyak keluarga, ketupat bukan sekadar makanan. Bentuknya yang segi empat, dibungkus janur kuning dan dianyam dengan hati-hati, menjadi simbol kesederhanaan dan kebersamaan. Tak jarang, ketupat juga dibagikan kepada tetangga sebagai simbol berbagi rezeki.

Di era modern, meski arus urbanisasi dan perubahan gaya hidup merambah desa dan kota, tradisi Lebaran Ketupat tetap bertahan. Bahkan di beberapa tempat, acara ini semakin semarak dengan iring-iringan budaya, pentas seni, dan lomba rakyat.

Lebaran Ketupat adalah wajah lain dari semangat Idulfitri: merayakan kebersamaan, memperkuat jalinan sosial, dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah arus zaman.

Tags: idul fitriketupatLebaran

Related Posts

UTAMA

Kota Blitar Raih Peringkat 3 Nasional Kinerja Tertinggi pada Peringatan Otda 2026

27/04/2026
Budaya

Kirab Tumpeng Ketupat Coklat Jadi Daya Tarik Wisata Kampung Coklat Blitar

28/03/2026
Budaya

Ribuan Warga Padati Pare! Ogoh-ogoh Raksasa Dibakar, Awali Sakralnya Hari Raya Nyepi di Kediri

19/03/2026
UTAMA

Belum Penuhi Standar Sanitasi, Puluhan SPPG di Blitar Terpaksa Dihentikan

12/03/2026
UTAMA

NGOPI Ramadan, Walikota Blitar Tegaskan Fondasi Pembangunan dan 70 Penghargaan untuk Blitar

03/03/2026
UTAMA

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Wakil Bupati Blitar Paparkan Capaian dan Arah Kebijakan Pembangunan

21/02/2026
Next Post

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Sungai Brantas Dipladu, Seorang Pria di Blitar Meninggal Dunia saat Mencari Ikan

27/04/2025

Polwan Blitar Kota Digerebek di Hotel Batu, Diduga Bersama Anggota DPRD

20/10/2025

Warga Wonodadi Blitar Demo Kantor Desa, Tolak Lapangan Sepak Bola Dibangun KDMP

13/01/2026

Ketahuan Curi Motor di Ponggok Blitar, Warga Garum Dihajar Massa Sampai Babak Belur

23/04/2025

Kredit Fiktif di Bank BUMN Pare, Kejari Kab Kediri Jebloskan Tiga Tersangka ke Penjara

07/07/2025

EDITOR'S PICK

IJTI Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Pembacokan Wartawan di Grobogan, Jateng

20/08/2025

Polda Jatim Bongkar Sindikat Perdagangan Orang, Tiga WNI Dikirim Ilegal ke Jerman

26/07/2025

Penjual Miras Oplosan di Kediri Jadi Tersangka, Tiga Saudara Tewas Keracunan

05/08/2025

Redistribusi Tanah Tertunda, AMPERA Desak Negara Berantas Mafia Tanah di Blitar

29/10/2025
kabarutama.co

© 2024 KABARUTAMA.CO

HUBUNGI KAMI

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

IKUTI KAMI

No Result
View All Result
  • HOME
  • UTAMA
  • POLITIK
  • PERISTIWA
  • HUKUM DAN KRIMINAL
  • EKONOMI BISNIS
  • BUDAYA
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • GAYA HIDUP
  • OLAH RAGA

© 2024 KABARUTAMA.CO