TULUNGAGUNG – Gelombang protes warganet muncul di media sosial usai kecelakaan maut yang melibatkan Bus Harapan Jaya di depan SPBU Rejoagung, Tulungagung, Jumat (31/10/2025). Kecelakaan tersebut menewaskan dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung.
Dalam kolom komentar unggahan akun TikTok @kabarutama.co, banyak netizen mendesak agar pemerintah mencabut izin trayek Bus Harapan Jaya. Mereka menilai kecelakaan serupa sudah sering terjadi dan perusahaan transportasi itu dianggap kurang mendapat sanksi tegas.
Seorang pengguna akun @RYD😐 menulis, “Harapan Jaya banyak makan korban karena tidak tegas dan terlalu ringan sanksi yang diberikan. Seakan nyawa manusia tidak ada artinya. Padahal jelas Harapan Jaya seperti itu kenapa tidak diberi sanksi. Semua proyek Harapan Jaya tidak boleh jalan beberapa bulan biar kapok.”
Komentar senada juga disampaikan akun @soglengheri, “Kenapa trayek bus Harapan Jaya masih dikasih, dicabut aja. Kita semua tahu di jalan ugal-ugalan, seakan nyawa gak berarti bagi sopir.”
Akun lainnya, @6 sullung, turut menambahkan, “Cabut aja izin perjalanannya karena banyak menghilangkan nyawa orang lain akibat kecerobohannya.”
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Sementara itu, pihak manajemen Bus Harapan Jaya belum memberikan keterangan resmi terkait desakan warganet yang meminta pencabutan izin trayek perusahaan tersebut.















