Kediri, Kabarutama – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kediri mulai memperkuat barisan menghadapi pemilu mendatang. Sejumlah tokoh yang pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan dan kewilayahan bergabung dalam struktur kepengurusan partai di tingkat kecamatan.
Penguatan organisasi tersebut ditandai dengan pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) X tahun 2026 DPC PPP Kabupaten Kediri yang digelar serentak bagi seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC). Kegiatan berlangsung di Pertiwi Homestay Syariah, Tulungrejo, Pare, Kabupaten Kediri, Minggu (11/10/2026).
Ketua DPC PPP Kabupaten Kediri, Setyo Budhi, menyebut bergabungnya sejumlah tokoh baru menjadi tambahan kekuatan bagi partai dalam mempersiapkan diri menghadapi kontestasi politik berikutnya.
“Alhamdulillah, PPP Kabupaten Kediri sangat siap untuk ikut berkompetisi pada pemilu yang akan datang. Ada amunisi-amunisi baru yang bergabung menjadi bagian dari struktur PAC,” kata Setyo Budhi.
Sejumlah nama yang dipercaya memimpin PAC di antaranya H. Hadi Mulyo, mantan Camat Puncu, yang menjadi Ketua PAC PPP Gurah. Kemudian mantan Danramil Kepung H. Trikoyo, dipercaya memimpin PAC PPP Plemahan.
Sementara itu, Adi Purnawirawan, mantan Wakapolsek Pare, dipercaya menjadi Ketua PAC PPP Wates. Selain ketiga tokoh tersebut, sejumlah mantan kepala desa di Kabupaten Kediri juga disebut bergabung dalam struktur kepengurusan PPP.
Musancab X tidak hanya menjadi momentum penataan kepengurusan di tingkat kecamatan, tetapi juga ajang konsolidasi kader untuk memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan konvoi ratusan kader PPP yang melintasi kawasan Pare menuju lokasi acara. Setibanya di tempat kegiatan, peserta melakukan registrasi dan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tanggung jawab organisasi.
Musancab tersebut dihadiri Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Moh. Zainul Arifin, S.P., serta jajaran Majelis Syariah, Majelis Pakar, dan Majelis Pertimbangan DPC PPP Kabupaten Kediri.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Majelis Syariah DPC PPP Kabupaten Kediri, KH. Najemudin, mengingatkan agar partai tidak hanya hadir ketika pemilu semakin dekat.
Menurutnya, keberadaan partai harus dirasakan masyarakat melalui kepedulian dan kerja nyata yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Jangan waktu mendekati pemilu saja PPP hadir di tengah masyarakat, tetapi harus hadir setiap waktu dan setiap saat untuk menyapa serta membantu masyarakat. Agar masyarakat merasa membutuhkan PPP, bukan sebaliknya,” pesannya.
Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Jawa Timur, Moh. Zainul Arifin, meminta para kader untuk bangga menjadi bagian dari PPP dan memperkuat kerja organisasi hingga tingkat kecamatan.
Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa PPP memiliki peluang untuk kembali mendapatkan kursi di DPR RI pada pemilu mendatang.
“Saya haqqul yakin pada pemilu mendatang PPP pasti dapat kursi, atau kembali ke Senayan,” ujarnya.
Untuk memperkuat persiapan politik, Zainul juga meminta jajaran DPC dan PAC PPP Kabupaten Kediri menyusun analisis SWOT yang mencakup kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
Analisis tersebut diharapkan menjadi landasan dalam menyusun strategi yang lebih terarah, sekaligus membantu pengurus memetakan potensi organisasi dan tantangan yang akan dihadapi.
Melalui Musancab X, DPC PPP Kabupaten Kediri berupaya memperkuat struktur organisasi dengan melibatkan sejumlah tokoh baru serta menegaskan komitmen kader melalui pakta integritas.
Bergabungnya sejumlah mantan pejabat menjadi salah satu perkembangan dalam konsolidasi partai di tingkat kecamatan. Namun, kesiapan menghadapi pemilu mendatang tetap akan ditentukan oleh kerja organisasi, kedekatan dengan masyarakat, dan strategi politik yang dijalankan.













