Kediri, Kabarutama – Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, bersiap memasuki babak baru. Tak sekadar tampil dengan wajah lebih megah setelah direvitalisasi, pasar rakyat ini bakal beroperasi selama 24 jam dengan pembagian tiga shift perdagangan. Kabar menariknya, peluang berjualan juga dibuka bagi pedagang kuliner baru, termasuk mereka yang berasal dari luar pasar.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana alias Mas Dhito menyampaikan, revitalisasi Pasar Ngadiluwih kini hampir rampung. Setelah meninjau langsung kondisi pasar pada Rabu (14/10), ia memperkirakan pasar tersebut dapat diresmikan sekitar November.
Saat ini, pemerintah daerah masih menyosialisasikan skema penempatan kepada para pedagang yang selama ini berjualan di Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS). Tahap berikutnya, pedagang akan mengikuti pengundian lapak yang dijadwalkan pada 27–30 Oktober.
“Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang yang selama ini menempati TPPS,” kata Mas Dhito.
Konsep operasional 24 jam menjadi salah satu daya tarik utama Pasar Ngadiluwih yang direvitalisasi setelah kebakaran pada 2025. Aktivitas perdagangan nantinya dibagi dalam tiga waktu, yakni sore hingga malam untuk pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur, serta pagi hingga siang untuk pedagang los dan kios.
Skema tersebut diharapkan mampu menghidupkan aktivitas ekonomi pasar sepanjang hari. Tidak hanya memberi ruang bagi pedagang lama untuk kembali berjualan, sistem ini juga membuka peluang bagi pelaku usaha baru, terutama di sektor kuliner.
Pasar Ngadiluwih juga dilengkapi area *foodcourt* untuk menampung kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri. Dengan halaman yang luas, kawasan pasar berpotensi menjadi pusat aktivitas warga pada malam hari, termasuk kegiatan kuliner dan hiburan seperti musik langsung.
Mas Dhito menyebutkan, total pedagang yang tercatat, termasuk mereka yang masuk daftar tunggu, mencapai 714 orang. Sementara itu, tersedia 805 lapak, belum termasuk area pelataran untuk berjualan secara lesehan.
“Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan),” ungkapnya.
Ketersediaan lapak tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menampung pedagang yang sudah ada sekaligus mengembangkan aktivitas perdagangan di pasar yang baru.
Mas Dhito juga menegaskan, penataan kawasan pasar akan menjadi perhatian. Pada 2027, pedestrian di depan pasar direncanakan diperbaiki. Ia berharap seluruh pedagang berjualan di dalam area pasar sehingga tidak ada lagi aktivitas perdagangan yang menggunakan bagian depan pasar.
“Dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar, semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates,” terangnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, menjelaskan bahwa pekerjaan revitalisasi kini tinggal menyisakan beberapa bagian penting. Salah satunya penyelesaian pemasangan fasad pada satu bagian los.
Di sisi lain, sosialisasi kepada pedagang terus dilakukan sebelum pengundian lapak pada 27–30 Oktober. Pemerintah daerah menargetkan seluruh pedagang sudah pindah dan berjualan di pasar baru pada Desember.
Bagi masyarakat yang tertarik membuka usaha kuliner di pelataran Pasar Ngadiluwih, kesempatan pendaftaran juga dibuka. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan pedagang yang selama ini berjualan di depan pasar untuk ditata terlebih dahulu.
“Kami juga membuka siapa saja yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini,” tambah Tutik.
Dengan konsep perdagangan tiga shift, fasilitas kuliner, serta peluang bagi pedagang baru, Pasar Ngadiluwih diharapkan tak hanya menjadi tempat transaksi jual beli, tetapi juga pusat perputaran ekonomi masyarakat Kabupaten Kediri.
Kini, perhatian tertuju pada penyelesaian revitalisasi, pembagian lapak, dan kesiapan pasar menyambut aktivitas perdagangan baru. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Pasar Ngadiluwih berpotensi menjadi salah satu pusat ekonomi rakyat yang tetap hidup sejak dini hari hingga malam.(Adv/Kominfo/















